Tenaga Medis Maunya di Kota Enggan Ke desa pedalaman

By | 27 Desember 2016

ads




 

Minimnya jumlah tenaga medis terutama di daerah pelosok seperti yang di alami propinsi kalimantan utara memang di akui kepala dinas kesehatan setempat Suryanata , oleh karena itu suryanata akan melakukan pemetaan pada 2017  nanti hal ini tentunya untuk memberikan pelayanan medis secara merata keseluruh daerah

“Saya menginstruksikan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota untuk mendata kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas. Jika terjadi kekurangan tenaga kesehatannya, maka yang ngumpul di kota harus didistribusikan ke desa,” ujarnya seperti yang kami kutip dari jpnn.com

hal ini juga sebagai upaya tindak lanjut masukan dari pihak legislatif ketika pandangan umum fraksi yang diungkapkan kepada pemprov, beberapa saat lalu.

salah satunya ialah penambahan tenaga medis didaerah sekatak kecamatan bulungan.

“Itu berdasarkan hasil reses para anggota dewan, sehingga mereka meminta kami untuk segera melakukan inventarisasi jumlah tenaga kesehatan di puskesmas yang berada di perkotaan, dan sudah kami lakukan. Ternyata memang terjadi penumpukan,” imbuhnya.

ads


Artikel Terkait (Demam Iklan BPJS effect)

oleh sebab itu dinas kesehatan propinsi akan mengirimkan surat instruksi kepada dinas kesehatan kabupaten / kota untuk menindak lajuti hal ini.

Dia menambahkan, dinas kesehatan kabupaten/kota perlu mengangkat tenaga khusus kesehatan lagi.

“Kalaupun kesulitan dana dalam belanja pegawainya, karena mengalami defisit anggaran. Mereka kan bisa lakukan komunikasi dan berkoordinasi ke provinsi,” tambahnya lagi.

sementara itu menurut Sekretaris Dinas kesehatan propinsi Kalimantan utara Pollymart Sijabat menyatakan jika sesuai pantauan pihaknya untuk puskesmas kota telah memenuhi tujuh standart pelayanan kesehatan.

Di antaranya dokter umum, dokter gigi, dokter anak, ahli gizi dan perawat.

“Dari pantauan kami, puskesmas di kota itu sudah mencukupi. Akan tetapi yang terjadi saat ini dobel. Maka dari itu, kami meminta kabupaten dan kota dapat mengondisikan,” ujarnya.

nantinya bupati serta walikota yang berhak membuat mekanisme pendistribusian tenaga medis agar merata keseluruh desa – desa yang terletak di pedalaman yang hingga kini masih terkendala keterbatasan jumlah tenaga medis.


“Jadi nanti yang berwenang dan tanggung jawab ada di bupati dan wali kota untuk memberikan sanksi jika tidak ditindaklanjuti, kami hanya menyurati,” tambah Pollymart.

hal ini tak lain dan tak bukan agar puskesmas yang terletak di daerah agar memenuhi 7 standar pelayanan kesehatan  sehingga memperoleh sertifikasi dari kementrian kesehatan

jika tidak memenuhi standar tersebut maka puskesmas tidak memperoleh bantuan BPJS Kesehatan.

Fenomena kelangkaan tenaga medis di daerah pedalaman memang bukan isapan jempol semata dan terjadi hampir merata di daerah – daerah pinggiran tak hanya di propinsi kalimantan utara saja daerah sulawesi , papua juga nusa tenggara timur mengalami hal serupa.

hal ini lantaran dipicu mainset dari sebagian besar oknum tenaga medis itu sendiri yang kurang memiliki jiwa mengabdi, mereka cendrung berlomba – lomba untuk bekerja atau bertugas di kota – kota besar seperti jakarta , surabaya yang notabene memiliki jumlah tenga medis yang melimpah.

mereka ogah ditugaskan di daerah terpencil jauh dari keramaian, tidak bisa ke mall pusat hiburan, kasihan anak keluarganya tidak mendapatkan kehidupan layak dan alasan – alasan  lainnya. mereka lupa jika memilih profesi sebagai tenaga medis itu sudah menjadi konsekwensinya sejak awal.

bahkan demi agar tidak ditempatkan di daerah pedalaman mereka rela menyogok ke oknum tertentu agar tidak di pindah tugaskan ke pedalaman. hal ini tentu saja sangat berlawanan dengan tujuan pengabdian para tenaga medis ini.

di daerah kota dengan sarana yang memadai tenaga medis ahli berjubel di sana sementara di daerah sudah kurang peralatan sekalipun ada tenaga medis mereka yang masih minim pengalaman.

mau tak mau kondisi ini diterima oleh masyarakat disana karena tak ada pilihan lain, kejadian salah diagnosa itu seolah hal yang lumrah dan di makluimi dilakukan dokter – dokter muda yang baru lulus.

semoga dengan adanya program sertifikasi  dari pihak kemenkes bisa menjadi solusi kurang meratanya tenaga kesehatan di daerah terbelakang.


Yang di Cari:

  • tenaga medis di pedalaman

Ads

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *