1 Dokter Banding 100 Pasien Bagaimana Dgn Hasil Diagnosanya ?

By | 4 Juli 2017

Dokter stefanus

Dokter stefanus

Imbas dari meninggalnya dokter Stefanus SpAn yang menurut beberapa pendapat di karenakan kelelahan ketika mendapat tugas jaga di kala mudik lebaran.

Menurut Sekretaris Jendral (SEKJEN) IDI dokter stefanus kelelahan lantaran saat ini beban kerja 1 orang dokter dan juga tenaga medis lainnya menjadi semakin berat. Utamanya semenjak era BPJS Kesehatan ini beban seorang petugas medis semakin berat.

Dr Adib Kumaidi yang merupakan sekjen ikatan dokter indonesia mencontohkan untuk rumah sakit yang menjadi tempat rujukan sekelas RSCM seorang dokter harus melayani hingga 100 pasien dalam seharinya.

Padahal seperti yang kita tahu seorang dokter yang bertugas di poli kesehatan tidak boleh melayani hingga lebih dari 50 pasien.

“Poli rawat jalan itu satu dokter idealnya untuk 35 – 50 pasien .namun di Era BPJS Kesehatan ini pasien polinya lebih banyak, Tegas sekjen IDI seperti yang kami kutip dari harian online jawapos.com


Artikel Terkait (no id belum bisa dicetak)

Menurutnya lagi jika hal itu terus – terusan di paksakan di khawatirkan bisa mempengaruhi kinerja dokter sehingga tidak fokus.

Jika sudah begini tentu pasien yang di rugikan karena bisa saja dokter menjadi tidak akurat dalam melakukan diagnosa

ads

“Dokter bisa tidak fokus dan kelelahan. Hal itu bisa berpengaruh oada diagnosa pasien, pengaruhi beban kerja dan remunerasi” tambahnya.

Bahkan menurutnya di rumah sakit swasta favorite saja seorang tenaga dokter spesialis bisa melayani hingga 50 orang  pasien lebih.

“Jangan sampai jumlah pasien membebani. Tentu hal itu terkait erat dengan mutu pelayanan dan loyalitas rumah sakit itu sendiri”. Imbuhnya.


Namun dalam keterangan terpisah menteri kesehatan Nila F Moeloek membantah atas beredarnya isu dokter meninggal akibat kelelahan piket jaga.

“Tidak benar ya,mereka bergantian,tidak terus – terusan jaga,” kata nila ketika di jumpai para awak media usai memantailu arus balik di GT Cikarang Utama , Jumat lalu.

“Tolong juga dihargai teman – teman petugas kesehatan dan polisi ini yang sudah menyisihkan waktu untuk bertugasnya ya”, ujarnya

Entah yang mana yang benar karena menurut data yang  BPJS Online himpun Dr Stefanus ketika bertugas menurut catatan Rumah sakit Pondok Indah Bintaro tanggal 24 samapai 25 juni ia sempat menangani 1 pasien di ICU dan 1 Pasien lagi sedang operasi sedang.

Meski demikian ini menjadi pembelajaran kita bersama kesesuaian jumlah dokter dan pasien yang di tangani dapat mempengaruhi kualitas pelayanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *