6 Puskesmas Ini di Nyatakan tidak Aman

By | 1 Agustus 2017

bpjs surabaya

bpjs surabaya

Enam Puskesmas dinyatakan tidak aman oleh BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang surabaya yang keseluruhannya merupakan puskesmas yang berada di wilayah kerja BPJS Surabaya.

setelah sebelumnya kantor BPJS Surabaya harus mengalami kasus di buangnya kartu – kartu kepesertaan di sungai malang kini harus menghadapi puskesmas partner yang tidak memenuhi kriteria pembayaran.

hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama surabaya , Mokhamad Cucu Zakaria di Komisi D DPRD Kota surabaya pada hari sabtu 29/7/2017 lalu seperti yang BPJS Online Lansir dari halaman surya.co.id

ke-enam puskesmas yang dinyatakan tidak aman tersebut ialah

– Puskesmas Siwalan Kerto


Artikel Terkait (Cara bayar BPJS Kesehatan via ATM)

– Puskesmas Tembok Dukuh

ads

– Puskesmas Mulyorejo

– Puskesmas Klampis ngasem

– Puskesmas Jemursari


– Puskesmas Sidosermo

 

“Per Maret 2017 kami memiliki aturan bersama dengan Kemenkes. Tiga bulan setelah regulasi itu muncul dimana puskesmas dan rumah sakit harus memenuhi tiga kriteria untuk bisa mendapatkan pembayaran seratus persen,” ungkap Cucu.

3 kriteria yang dimaksudkan ialah

– angka kontak harus 150 orang per mil

– kunjungan peserta non spesialis harus 50 persen ke atas

– rujukan non spesialis kurang dari lima persen.

“Nah angka kontak enam puskesmas itu masih di bawah 150 per mil sehingga pembayaran itu akan dilakukan hanya 95 persen. Hanya enam puskesmas ini. Sedangkan yang 56 pelayanan kesehatan yang lain tetap kita bayar seratus persen,” tambahnyalagi.

sedangkan sebanyak 5% lagi terpaksa tidak bisa dibayarkan lantaran tidak memenuhi kriteria – kriteria standar yang di tetapkan oleh BPJS dan Kementerian kesehatan.

Menurut Cucu, yang dimaksud angka kontak adalah penjangkauan sosialiasi ke masyarakat. Termasuk menanyakan kepesertaan dan pelayanan kesehatan yang sudah didapatkan.

“Evaluasi ini kmia lakukan per tiga bulan. Sedangkan keputusan pembayaran hanya 95 persen dilakukan berdasarkan evaluasi komitmen pelayanan kesehatan sejak bulan Maret,” ucapnya.

namun perihal tersebut BPJS Kesehatan cabang surabaya sudah mengirimkan surat resmi ke dinas kesehatan setempat Selain berisi memberitahukan soal pembayar kapitasi juga mengajukan adendum perjanjian kerjasama.

Jika tidak kunjung ada adendum, maka akan dibayarkan kapitasi tagihan hanya 90 persen saja.

Sementara itu anggota DPRD Chusnul Khotimah mengatakan bahwa kejadian ini sangat ia sesalkan lantaran ke-enam puskesmas tersebut tidak mendapatkan pembayaran penuh 100%.

“Kalau hanya 95 persen. Sisanya tentu ditanggung oleh puskesmas sendiri. Nah begini kan jadi mereka jadi mereka yang rugi,” kata poltisi PDIP ini.

Padahal, menurut Chusnul, upaya Dinas Kesehatan saat ini sudah sangat banyak. Bisa jadi angka kontak sebenarnya ada. Namun tidak terinput ke sistem pelaporan yang dinilai oleh tim.

“Kami akan bertanya indikator angka kontak seperti apa. Lalu juga rasio rujukan dan pelayanan non spesialistik seperti apa. Kita akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Yang di Cari:

  • rujukan puskesmas mulyorejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *