Akan di Revisi Lagi Pengambilan JHT Harus 5 tahun

By | 22 Desember 2016

Kabar kurang baik sepertinya harus diterima oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan , dimana wacana revisi peraturan pengambilan JHT akan di rubah dari peraturan sebelumnya.

hal ini seperti yang kami kutip dari halaman kontan.co.id bahwasannya aturan yang setahun berjalan ini di anggap tidak effektif dan cenderung merugikan baik itu dari sisi peserta juga bagi sisi penyelenggara dan juga pemerintah.

oleh sebab itu wacana revisi peraturan tersebutpun kian gencar di suarakan salah satunya ialah Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Ahmad Ansyori yang menyampaikan,jika program JHT dari BPJS Ketenagakerjaan seperti yang terdapat dalam PP Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PP Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan JHT,itu merugikan pekerja, BPJS Ketenagakerjaan hingga pemerintah.

sekedar mengingatkan jika sebelumnya pengambilan JHT harus 10 tahun dimana seorang pekerja yang telah berhenti baru bisa mencairkan dana JHT setelah 10 th dari waktu berhenti kerjanya. hal ini lah yang mendapat penolakan dari seluruh pekerja sehingga mereka melakukan demo besar – besaran pada 2015 lalu , akibat desakan dari para buruhpun akhirnya presiden jokowi merevisi aturan tersebut sehingga dana JHT bisa di ambil tanpa menunggu 10 tahun.

dan kini sepertinya pihak BPJS ketenagakerjaan berniat merevisi kembali dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut.


Artikel Terkait (Besaran Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan)

aturan yang saat ini berlaku merugikan pekerja dimana secara umum pekerja tidak memperoleh manfaat uang dari hasil pengambilan JHT tersebut yang berujung habis begitu saja, dan menurut penelusuran rentan terjadi kecurangan yang di lakukan oknum HRD dengan pekerja dengan cara mengeluarkan surat PHK palsu agar pekerja dapat mencairkan dana JHT tersebut.

Prosesnya cukup sederhana di mana pekerja yang masih aktif di perusahaan kerjasama dengan salah satu oknum di HRD yang menangani BPJS , mereka biasanya di janjikan sejumlah imbalan oleh peserta jika dana JHTnya berhasil cair. lalu oknum HRD tersebut menerbitkan surat paklaring fiktif karena peserta sebenarnya masih aktif bekerja namun di buat seolah – olah telah mengundurkan diri / resign.

ads

dengan modal paklaring fiktif tersebut peserta mencairkan dana JHT meski ia secara resmi masih aktif bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Sedang kerugian Bagi BPJS Ketenagakerjaan akibat aksi penarikan JHT, tentu saja akan membelenggu pada penempatan pengelolaan dana pada sektor investasi jangka pendek. Sementara itu, dari sisi pemerintah dana yang banyak tertarik itu tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan.

jika hal ini tidak dihentikan maka uang yang ada di BPJS ketenagakerjaan sulit dikembangkan sehingga peserta sendiri yang rugi tidak memperoleh dana pengembangan secara maksimal.


oleh sebab itulah DJSN mendesak pemerintah agar segera melakukan revisi agar dampak tersebut tidak berkelanjutan.

dan menurut Ahmad terdapat delapan konfederasi serikat pekerja yang mendukung perubahan atas kebijakan JHT ini

Senada dengan Ahmad, Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan, saat ini momentum yang tepat untuk melakukan revisi kebijakan itu. Namun demikian, perlu sosialisasi yang matang agar tidak terjadi gejolak di lapangan.

Timboel usul, sebelum kebijakan itu diterapkan pemerintah memberikan waktu setidaknya tiga bulan untuk sosialisasi. “Jangan sampai tidak ada sosialisasi seperti dalam peraturan sebelumnya,” kata Timboel.

nah sobat BPJS Ketenagakerjaan apakah anda setuju dengan wacana ini ? atau anda berniat mengambil JHT ? segera sebelum aturan baru di tegakkan… share artikel ini supaya semua pekerja mengetahui dan menentukan sikan setuju atau tidak setuju.

 

Yang di Cari:

  • revisi paklaring
  • https://yandex ru/clck/jsredir?from=yandex ru;search;web;;&text=&etext=1884 p4ulRvnuHqbda0F6ndS0axRpOnIQEAGD56ISHTxWtXqm-Bh1YXqkcn_gvkfiAxyU d4b5928b6b8df75dbc07b9b291ecca3d04efe6b4&uuid=&state=_BLhILn4SxNIvvL0W45KSic66uCIg23qh8iRG98qeIXme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *