Alhamdullillah Discount 99% Iuran BPJS Ketenagakerjaan Hingga 2021 terupdate 2020

Diposting pada

Iuran BPJS Ketenagakerjaan– mendapatkan keringanan dari pemerintah yang tertuang dalam Peraturan pemerintah No 49 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

jika sebelumnya para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji di bawah 5 Juta mendapat BLT sebesar 600Rb sebulan, kini pemerintah memberikan keringanan kepada para pengusaha dengan memberikan discount Iuran BPJamsostek hingga 99% samapai 2021 nanti.

Hal ini tentu diharapkan dapat meringankan beban pengusaha akibat dampak pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung. dengan potongan tersebut pengusaha terkurangikewajiban pembayaran iurannya meski tidak 100% free.

Besaran Keringanan Iuran BPJamsostek

Menurut E Ilyas Lubis selaku direktur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan discount iuran tersebut di peruntukan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian ( JKM ).

Dengan demikian pengusaha hanya berkewajiban membayar iuran sebesar 1% saja untuk kedua program diatas.

“Keringanan 99 persen, jadi hampir bebas ini,” Ungkap E Ilyas saat konferensi pers virtual, Kamis (24/9).

namun sayangnya untuk program Jaminan pensiun ( JP ) tidak mendapatkan potongan tersebut , meski mendapat penundaan dimana pengusaha hanya membayar 1% dan sisanya 99% tetap dibayarkan pada tahun 2021.

selain keringanan tersebut BPJS Ketenagakerjaan juga memberi keringanan denda keterlambatan pembayaran iuran yang semula dikenakan denda sebesar 2% kini hanya menjadi 0,5%.


Artikel Terkait (Kolom Desa Tidak Muncul)

Dan batas pembayaran iuran yang awalnya paling lambat dibayarkan tanggal 15 namun kini hingga tanggal 30 di bulan berikutnya.

Rincian Discount 99%

Disc 99 BPJS
Disc 99 BPJS

JKK ( Jaminan Kecelakaan kerja )
untuk keringanan Iuran Jaminan kecelakaan kerja diberikan sebesar 99 persen, sehingga besaran Iuran JKK menjadi 1 persen dari Iuran JKK biasanya.
Pelaksanaan iuran JKK dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan:
a. tingkat risiko sangat rendah, yaitu sebesar 1 persen dikali 0,24 persen dari upah sebulan, sehingga menjadi 0,0024 persen dari upah sebulan.

b. tingkat risiko rendah, yaitu sebesar 1 persen dikali 0,54 persen dari upah sebulan, sehingga menjadi 0,0054 persen dari upah sebulan.

c. tingkat risiko sedang, yaitu sebesar 1 persen dikali 0,89 persen dari upah sebulan, sehingga menjadi 0,0089 persen dari upah sebulan.

d. tingkat risiko tinggi, yaitu sebesar 1 persen dikali 1,27 persen dari upah sebulan, sehingga menjadi 0,0127 persen dari upah sebulan.
e. tingkat risiko sangat tinggi, yaitu sebesar 1 persen dikali 1,74 persen dari upah sebulan, sehingga menjadi 0,0174 persen dari upah sebulan.

JKM ( Jaminan Kematian )
Iuran JKM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 bagi peserta penerima upah yaitu sebesar 1 persen dikali 0,30 persen dari upah sebulan, sehingga menjadi 0,003 persen dari upah sebulan.
Selain itu, iuran JKM bagi peserta bukan penerima upah yaitu sebesar 1 persen dikali Rp 6.800, sehingga menjadi Rp 68 setiap bulan.

JP ( jamian pensiun )
Pemberi kerja wajib memungut iuran JP dari pekerja yaitu sebesar 1 persen dari upah pekerja dan membayarkan dan menyetorkan:
a. iuran JP yang menjadi kewajiban pemberi kerja sebesar 2 persen dari upah pekerja,
b. iuran JP sebagaimana dimaksud pada huruf a, kepada BPJS Ketenagakerjaan.Sebagian iuran JP, yaitu sebesar 1 persen wajib dibayarkan dan disetorkan oleh Pemberi Kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan setiap bulan, sesuai dengan batas waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.
Selain itu, sebagian Iuran JP sisanya yaitu sebesar 99 persen dari Iuran JP, diberikan penundaan pembayaran sebagian, yang pelunasannya sekaligus atau bertahap dimulai paling lambat tanggal 15 Mei 2021 dan diselesaikan paling lambat tanggal 15 April 2022.

JHT ( jaminan Hari Tua )
Untuk JHT, keringanan hanya diberikan berupa batasan waktu pembayaran hingga paling lambat tanggal 30 bulan berikutnya.

semua ini tentu merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi beban pengusaha sehingga tidak melakukan PHK guna menekan operasionalnya. dengan berkurangnya jumlah yang di PHK harapannya dapat meningkatkan daya beli warga yang akan berimbas pada perputaran ekonomi.

Mari kita do’akan bersama ya sobat BPJS Online, apapun upaya pemerintah untuk pemulihan ekonomi dapat membuahkan hasil sehingga Indonesia bisa terhindar dari jurang resesi.

Amin

Tinggalkan Balasan