Anggota DPRD Diminta Belajar Dulu Sistem Payment BPJS

By | 12 Agustus 2018

BPJS Kesehatan dengan DPRD Medan
img sourche tribunnews.com

Hari rabu Lalu tanggal 08/08/2018 DPRD Kota medan komisi B Menggelar pertemuan degan BPJS Kesehatan , Dinas Kesehatan dan juga Perwakilan dari pihak rumah sakit se-kota medan

Tujuan dari agenda di adakannya rapat tersebut tak lain ialah pembahasan keluhan – keluhan dari masyarakat yang masuk ke DPRD untuk memperoleh jawaban serta solusi dari pihak – pihak yang terlibat di dalamnya secara langsung.

ads

Rapat sendiri di pimpin langsung oleh bapak Rajuddin Sagala yang saat ini tengah menjabat sebagai ketua Komisi B DPRD Kota Medan.

“Kami dari Komisi B, turun ke lapangan dan sering mendapat laporan dari masyarakat, masih banyak layanan rumah sakit yang pilih-pilih. Ada yang baru tiga hari sudah disuruh pulang, ada juga pihak RS yang mengarahkan pasien agar tidak menggunakan BPJS,” ungkap Rajuddin Sagala seperti yang BPJS Online kutip dari tribunnews.com

Menurut Rajuddin , Masih banyak para peserta BPJS Kesehatan utamanya kelas III yang masih di anak tirikan dalam hal pelayanan maka dari itu di anggap perlu untuk duduk bersama mencari tau kendala – kendala apa yang dialami pihak rumah sakit sehingga belum maksimal pelayanannya. 


“Mungkin ada yang mau disampaikan setiap perwakilan rumah sakit,” tambahnya.


Artikel Terkait (virtual account)

Salah satu keluhan disampaikan oleh pihak perwakilan RS Malahayati yang masih bingung dalam melayani pasien kecelakaan , hal ini lantaran belum ada kepastian prosedur yang jelas antara BPJS Kesehatan dengan Jasaraharja.

Menurutnya apa saja yang di tanggung oleh pihak BPJS Kesehatan dan apa yang menjadi tanggungan pihak Jasaraharja masih membingungkan

Sementara itu perwakilan dari RS Bandung mengeluhkan perihal lambatnya pembayaran klaim yang diajukan pihaknya.

Namun mendadak susana pertemuan menjadi riuh setelah pihak perwakilan RS Vina Estetika menyampaikan unek – uneknya dimana menurutnya sistem pengajuan kliam BPJS Kesehatan yang di sebut INA CBGS terlalu rumit dan berbelit sehingga menyulitkan pihak rumah sakit yang memberikan pelayanan.

“Anggota dewan belajar dulu sistem pembayaran BPJS. Sepanjang kita belum paham, persepsi kita akan ngawur semua. Sistem pembayarannya itu namanya INA CBGs. Saya lihat bapak kurang mengerti INA CBGs ini,” ujar dokter dari Rumah Sakit Vina Estetica yang tidak menyebutkan namanya.

diapun mencontohkan misal pihaknya mengajukan klaim senilai 10 juta namun hanya di bayar 2 juta saja oleh pihak BPJS dan di anggap tidak seperti dulu lagi

“Saya pun tidak begitu paham INA CBGs ini, jadi lebih baik anggota dewan kursus dulu tentang INA CBGs,” kata dokter tersebut menambahkan.

pernyataan tersebut sontak membuat seisi ruangan tertawa dan menjadi gemuruh , sehinggan membuat pimpinan rapat segera menenangkan suasana 

“Kalau bapak sendiri saja enggak paham, kita tanya dulu yang lain,” kata Rajuddin untuk melanjutkan menanyakan keluhan dari perwakilan RS lainnya.

Rapatpun akhirnya di tutup dengan beberapa kesimpulan tentunya akan menjadi bahan evaluasi dari pihak BPJS Kesehatan serta masukkan kepada pihak DPRD untuk dapat menyampaikan kepada pemerintah.

BPJS Kesehatan sendiri masih mengalami persoalan serius terkait defisit yang terus dialaminya , hal ini tentu secara tidak langsung memaksa BPJS Kesehatan terus menekan biaya operasionalnya ,  yang dampaknya dirasakan langsung oleh pihak RS dan peserta yang tidak maksimal terlayani.

Yang di Cari:

  • daftar bpjs online medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *