Anggota Komisi IX DPR RI Kecewa dengan BPJS Kesehatan

By | 4 Juni 2017

okky Asokawati

okky Asokawati

Okky Asokawati yang kini merupakan anggota komisi IX DPR RI mengungkapkan kritik tajamnya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kesehatan BPJS Kesehatan.

Pasalnya hampir setiap tahun terus mengalami devisit anggaran tanpa ada penurunan secara signifikan. menurut okky manajemen keuangan BPJS Kesehatan hanya melaporkan devisit dari besarnya klaim yang di terima masih lebih besar daripada iuan peserta yang masuk. sedangkan yang ia ketahui BPJS Kesehatan memiliki aset – aset berharga lain seperti saham , deposito obligasi dan reksa dana.

“Selama RDPU dengan Komisi IX DPR RI, BPJS Kesehatan belum pernah memberikan keterangan bagaimana posisi asetnya saat ini,” ujar Okky dalam rilisnya yang diterima Jumat (2/6/2017) seperti yang BPJS Online kutip dari halaan tribunnews.com

ads

sebetulnya menurut okky aset – aset yang di miliki tersebut dapat di pergunaan untuk menutup defisit anggaran yang membelitnya.

namun sangat di sayangkan pihak BPJS Kesehatan tidak pernah melaporkan kepada DPR berapa besar jumlah aset yang dimilikinya saat ini.

Anggota DPR dari fraksi PPP ini juga menegaskan jika dari KPK sendiri menemukan terdapat 14 indikator yang berpotensi dapat di manipulasi utamanya pada proses diagnosa penyakit, pengobatannya termasuk lama rawat inapnya.


Artikel Terkait (Jelang 2 tahun keluhan BPJS kesehatan masih berjibun)

Seperti yang selalu kita dengar BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit anggaran setaiap tahunnya di tahun 2015 devisit sebesar Rp 6,23 triliun dan pada 2016 Rp 8,6 triliun. Bahkan, pada 2018 diprediksi defisit hingga Rp 10,05 triliun.

“Untuk meminimalisasi potensi fraud tersebut, maka BPJS Kesehatan perlu membuat peraturan atau law enforcement kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan yang ditemukan melakukan penyimpangan-penyimpangan. Komunikasi pihak pelayanan kesehatan dengan para verifikator juga harus jelas dan terukur,” harap Okky.

Okky juga mengatakan jika BPJS Kesehatan masih lagi memiiki aset imbal balik (return of investment) yang menurutnya bisa di terima sebesar 8-10% setiap tahunnya.

“Tentu yang kita inginkan agar imbal balik pengembangan asset ini digunakan untuk kepentingan peserta dan menutupi defisit,” Tambahnya.

Okky juga mengatakan bahwasannya dirinya juga pernah meminta kepada BPJS Kesehatan untuk melampirkan laporan hasil pengembangan asset yang dimilikinya saat RDPU di Komisi IX akhir Mei lalu.

“BPJS Kesehatan sudah mengembangkan sistem iMAPS (integrated Management of Asset and Procurement System), maka transparansi manajemen dan operasional BPJS Kesehatan harus lebih transparan,” tutup Okky. (Pemberitaan DPR RI)

Yang di Cari:

  • cara cek bpjs yang gratis gimana ya pengen tau
  • persyaratan pindah kelola bpjs tk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *