Apakah Pemerintah Kembali Menambal Defisit BPJS ?

By | 6 Agustus 2018

Srimulyani BPJS Kesehatan

Menteri Keuangan Srimulyani

Seperti yang di ketahui bersama hingga saat ini BPJS Kesehatan masih terus dilanda defisit dan pemerintah harus kembali turun tangan mengatasi persoalan tersebut.

kepada wartawan menteri keuangan srimuyani mengatakan bahwa pemerintah memiliki wacana untuk mengucurkan sejumlah dana guna menambal defisit yang tengah di alami BPJS Kesehatan.

“Masih dilihat dan dihitung ya,” ungkap Srimulyani ketika dijumpai para awak media di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (6/8/2018) seperti yang BPJS Online kutip dari laman kompas.com

Namun menurut sejumlah informasi yang beredar di lingkup istana pemerintah akan menggelontorkan dana penambal defisit BPJS sejumlah 5 trilliun.

namun ketika para wartawan mencoba mengklarifikasinya dengan ibu srimulyani tetap belum bisa memberikan nominal yang pasti dan kebenaran atas kabar yang beredar tersebut.

ads

Namun menurutnya meski pemerintah akan mengucurkan dana jumlahnya hanya sebagian , bukan keseluruhan dari jumlah defisit yang di dera BPJS Kesehatan.


Artikel Terkait (Jangan main main tanpa BPJS Ketenagakerjaan di denda 1 M)

“Sebagian akan kita (pemerintah) dan akan kita tambahkan. Tapi kita lihat hitungannya saja ya, karena masih belum ada,” Tambahnya lagi.

Jumlah defisit BPJS Kesehatan terus menigkat dari sebelumnya hanya 9 Trilliun di tahun 2017 , di tahun 2018 meningkat menjadi 11,2 Trilliun.


sementara itu pihak BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa terdapat 3 opsi untuk meningkatkan kapasitas keuangan BPJS , penyesuaian iuran , penyesuaian manfaat dan bantuan pemerintah.

Namun menurutnya presiden Jokowi tidak menggunakan opsi pertama dan kedua sehingga pemerintah akan mengucurkan bantuan guna menambal defisit tersebut.

“Yang diambil ya bantuan dana pemerintah. Yang penting kan balance ya. Bisa ditutupi dengan itu dan memang yang dibahas (opsi) yang ketiga,” ujar Irfan.

Sementara itu menurut Dirut BPJS Kesehatan pencairan dana tersebut akan di bahas secara teknis di tingkat rapat koordinasi dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Kamis (9/8/2018) mendatang.

“Karena (penambalan defisit BPJS) sudah bicara teknis, silahkan nanti dilihat saja rapat di hari Kamis besok. Yang penting saat ini bagaimana pelayanan masyarakat tidak berhenti dan tetap berjalan dengan baik,” imbuh Fachmi.

nah sobat BPJS Online , sepertinya pemerintah masih terus berupaya agar BPJS Kesehatan tetap terus melayani masyarakat sehingga kita sebagai peserta harus ikut membantu dengan terus membayar iuran secara rutin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *