Banyak PHK akibat covid-19, Klaim BPJS ketenagakerjaan diprediksi akan naik terupdate 2020

Diposting pada

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dikarenakan virus corona kemungkinan akan semakin naik drastis. Dari permasalahan tersebut maka akan menyebabkan pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau BP Jamsostek juga dipantau akan mengalami kenaikan .

Disebabkan karna ekonomi negara sedang merosot di tengah pandemic corona membuat kebanyakan pekerja di PHK oleh perusahaan. BPJS Ketenagakerjaan sudah mempersiapkan kebijakan menghadapi kenaikan klaim akibat PHK.

Direktur Pelayanan BPJamsostek  Krishna Syarif berspekulasi klaim akan terus meningkat setelah lebaran . Dikarenakan , pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) hanya bisa diproses setelah satu bulan pekerja di PHK .

“Jika kami perhatian dari data tiap kantor cabang mulai 1 Januari hingga 19 Mei 2020 belum memperlihatkan kenaikan yang signifikan,” ujar Krishna, di Jakarta, Rabu (20/5/2020)

Melihat data BPJamsostek dari Januari hingga Mei 2019 berjumlah 924.460 peserta telah mengajukan klaim JHT. Sedangkan sejak 1 Januari-19 Mei 2020 pengajuan klaim JHT sudah berjumlah 791.050 peserta.

Kenaikan klaim ini disebabkan karena meningkatnya jumlah pekerja di phk akibat virus corona.


Artikel Terkait (Defisit ini Tanggapan Dirut BPJS Kesehatan )

Tetapi ia belum bisa memastikan beberapa perkiraan tentang jumlah kenaikan klaim JHT. Dikarenakan BPJamsostek belum menemukan angka yang pasti tentang berapa jumlah pekerja yang di PHK oleh perusahaan ditengah maraknya virus corona.

Selain itu disisi lain yaitu keuangan ia meminta masyarakat yang terkena PHK tidak perlu mekhawatirkan akan finansial dikarenakan BPJamsostek  telah menyediakan dana untuk mencukupi pembayaran klaim.

“Dari Internal kami ada perhitungan, jadi masyarakat dan pekerja tidak perlu khawatir dari sisi solvabilitas, kemampuan likuiditas maupun dana pekerja tetap aman. Kami siap membayarkan klaim peserta dan tidak ada masalah pendanaan sama sekali,” terangnya .

Menghindari tentang pengajuan klaim yang melonjak dikarenakan PHK di tengah virus corona,BPJamsostek tetap akan beroperasi normal dengan peraturan yang menedepankan pelayanan tanpa kontak fisik (Lapak Asik) sesuai anjuran pemerintah .

“kami terus melakukan evaluasi untuk melahirkan inovasi agar Lapak Asik menjadi lebih baik lagi. Ini merupakan salah satu terobosan lain yang digagas untuk menghadapi lonjakan PHK dari klaim kolektif,” sambungnya.

Pengajuan klaim dilakukan oleh perusahaan yang memiliki skala besar maupun sedang dan melakukan PHK sebanyak 30 persen dari jumlah banyaknya pekerja . Perusahaan juga harus menjamin hitungan data tenaga kerja agar proses klaim menjadi cepat .

Tinggalkan Balasan