Bayi Lahir Langsung Punya BPJS Kesehatan

By | 23 Juni 2016

bayi bpjs kesehatan

bayi bpjs kesehatan

Jika sebelumnya ada bayi yang baru di lahirkan menderita gangguan kesehatan maka biaya tersebut tidak di cover oleh BPJS Kesehatan meskipun ibu si bayi merupakan peserta BPJS Kesehatan baik mandiri maupun PBI.

meski dalam proses kelahirannya sendiri biaya di tanggung oleh BPJS Kesehatan milik sang ibu namun sangat riskan jika ternyata bayi tersebut ada kelainan kesehatan biayanya tidak di cover BPJS ibu tersebut. hal ini lah yang sering memicu polemik dimana orang tua merasa sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan namun masih tetap di kenakan biaya.

meski BPJS Kesehatan sendiri telah memberitahukan jauh – jauh hari bahwa pendaftaran bayi menjadi peserta BPJS Kesehatan bisa dilakukan meski masih dalam kandungan dan belum memiliki nama sekalipun bisa di daftarkan menjadi peserta BPJS. ( [Wajib baca] Melahirkan Pakai BPJS )

ternyata aturan tersebut tetap tidak efektif masih banyak masyarakat belum memahami jika bayi sudah lahir kedunia harus menjadi peserta BPJS Kesehatan terpisah dengan ibunya. masih banyak kasus peserta kecewa lantaran bayinya tidak di biayai oleh BPJS Kesehatan.

problem semacam ini sepertinya telah di tangkap oleh Pemprove DKI Jakarta yang mana pada hari rabu ( 22/06/2016) Pemprove DKI dengan BPJS Kesehatan mulai memeberlakukan pendaftaran kepesertaan bagi bayi yang baru lahir langsung memperoleh kepesertaan BPJS Kesehatan tanpa prosedur yang rumit.

namun fasilitas tersebut hanya di peruntukkan bagi peserta PBI ( penerima Bantuan iuran ) , bagi peserta mandiri ya tetap mengurus sendiri.


Artikel Terkait (email balasan bpjs)

kemudahan seperti ini sepertinya perlu di ikuti oleh daerah lain supaya tidak terjadi kasus bayi sakit di biarkan terlantar lantaran orang tuanya belum mendaftarkan si jabang bayi sebagai peserta BPJS Kesehatan.

ads

“Kini peserta PBI dari APBN maupun APBD dapat mendaftarkan bayinya yang baru lahir melalui rumah sakit. Dalam pelaksanaannya, RS Koja Jakarta Utara ditunjuk Pemprov DKI Jakarta sebagai rumah sakit pertama yang mengimplementasikan layanan pendaftaran khusus tersebut,” ujar Fachmi dalam acara Launching E-Samsat, E-Ticketing, Jakarta Smart City dan Pelayanan Akte Kelahiran Terintegrasi dengan RSUD DKI Jakarta dan JKN-KIS, di Balaikota, Jakarta Pusat, metrotvnews

Alur Proses Pendaftaran bayi menjadi peserta BPJS Kesehatan otomatis masih tahap ujicoba di RSUD Koja yang mana prosedurnya pihak RS akan meminta dokumen seperti KK, KTP dan buku nikah dari peserta PBI yang bersangkutan untuk kemudian di terbitkan surat keterangan kelahiran, setelah itu dokumen akan dikirimkan ke DISDUKCAPIL  melalui sistem online sehingga pihak DISDUKCAPIL dapat memberikan NIK untuk bayi yang baru lahir serta update data kependudukan , kemudian pihak DISDUKCAPIL akan melajutkan ke BPJS Kesehatan untuk dilakukan verifikasi , setelah lolos maka si bayi sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan di tandai pihak BPJS Center rumah sakit menerima notifikasi berupa email yang berisi ID BPJS Kesehatan.

semua proses tersebut dilakukan secara online sehingga tidak berbelit – belit hanya memerlukan waktu sehari namun tetap tergantung jumlah pengajuan yang masuk pada hari itu. meski demikian jika pihak RS mengalami gangguan jaringan ketika ingin mendaftarkan secara online bisa melalui alternatif lain dengan melibatkan kantor cabang BPJS Kesehatan setempat untuk melakukan proses pendaftaranya.


“Harapan kami ke depannya, Fasilitas Kesehatan lain baik rumah sakit maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, Klinik, atau Dokter Pratek Perorangan lain dapat mengikuti jejak RSUD Koja terkait implementasi mekanisme tersebut demi memudahkan peserta PBI yang akan mendaftarkan bayinya,” tegas Fachmi.

Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama menyambut baik kerja sama tersebut. Sebab banyak kasus peserta JKN-KIS yang pusing karena bayi yang baru dilahirkannya belum terproteksi jaminan kesehatan.

sumber : metrotvnews

Yang di Cari:

  • daftar bpjs bayi online
  • daftar bpjs bayi baru lahir online
  • daftar bpjs bayi baru lahir
  • bpjs bayi baru lahir
  • pendaftaran bayi baru lahir
  • syarat daftar bpjs anak baru lahir
  • syarat pembuatan bpjs bayi baru lahir
  • daftar bpjs online bayi baru lahir
  • daftar bpjs bayi baru lahir secara online
  • syarat bpjs anak baru lahir
  • daftar bpjs anak online
  • https://www bpjs-online com/bayi-lahir-langsung-punya-bpjs-kesehatan/
  • cara daftar bpjs perusahaan bayi baru lahir online
  • daftar online bpjs bayi baru lahir
  • daftar bpjs online untuk bayi baru lahir
  • Cara daftar bpjs bayi baru lahir online
  • bpjs untuk bayi baru lahir
  • bpjs anak baru lahir
  • cara daftar bpjs online bayi baru lahir
  • cara daftar bpjs perusahaan bayi baru lahir

7 thoughts on “Ngeri ! Aturan Baru Denda BPJS Kesehatan

  1. andri

    semakin lama semakin banyak biaya yang ditanggung masyarakat, akhirnya semuanya ditanggung sendiri….

    Reply
  2. Faizal

    Salam,
    Saya ingin tanya apakah bpjs kesehatan tidak bisa di gunakan pada hari minggu?
    Ini saya alami sendiri pada hari minggu tanggal 27maret2016, mengantarkan anak saya sakit di klinik kota pasuruan yg di tunjuk dikartu bpjs,di tolak dengan alasan kantor bpjs nya hari minggu tutup. Wah gimana ini ..masak hrs nunggu hari senin keburu tambah parah sakit nya..
    Mohon solusi dan perhatiannya..
    Terimakasih

    Reply
    1. Abdul

      Sudah sering terjadi mas. Hari biasa pun terkadang ada alasan komputer error, tidak bisa diverifikasi sehingga pasien disuruh pulang, kembali lagi esok harinya atau lusa.
      Nyawa pasien dianggap mainan.

      Reply
  3. ranu

    tolong di cek lagi informasi yang anda tulis…
    saya cek ke bpjs 021-500400..tidak ada masa aktif 45 hari ke depan
    denda 2,5 % yang di maksud adalah dari iuran bukan jumlah tanggungan rumah sakit
    terimakasih mohon maaf kalau ada kesahlahan

    Reply
    1. azarine

      Bantu jawab gan, yang dimaksud 45 hari itu, denda akan dikenakan jika setelah membayar iuran bpjs yang tertunggak dalam masa 45 hari sejak diaktifkan kembali, si pasien menggunakan untuk berobat. Namun jika pasien menggunakannya setelah 45 hari sejak kartu kepesertaan bpjs aktif sudah bebas dari denda itu alias gak ada denda.

      Denda disini maksudnya bukan denda dari Bpjs kesehatan lho, tapi dari rumah sakit setelah diagnosa akhir. Kalau dari bpjs memang nggak ada denda, nanti RS yang meminta. Silahkan main ke blog saya jika ingin membaca lebih banyak tentang bpjs kesehatan di

      Reply
  4. Abdul

    Sudah rahasia umum kalau pasien peserta BPJS kesehatan sedikit sekali yang mendapat perawatan layak di RS. Perawat selalu menawarkan kamar untuk pasien berbayar tapi untuk pasien BPJS selalu dibilang kuota kamar habis/penuh.
    Jadi untuk apa sebenarnya bayar iuran BPJS ini? Hanya bagai pajak tambahan kepada masyarakat dan ladang bancakan oknum2 pejabat BPJS saja.

    Reply
  5. peter

    ngga masalah mau naik kek mau apa kek…. tp ngga selamanya warga diancam ancam terus dengan kenaikan lah penalty lah… ini sifatnya kesehatan (saja) untuk BPJS kesehatan tertunya. Bagaimana jika dalam setahun ternyata kita ngga pakai fasilitas BPJS karena (alhamdulillah) sehat ? beranikah pihak BPJS memberikan reward kpd pembayar setia ??? jangan diancam ancam melulu….. rewardpun perlu… telat diancam ini diancam…. kita tinggal di Indonesia yang (ngga usa nutup mata) semua serba gak jelas…. bagus kok mau memperjelas semua biar transparant… saya setuju banget… tapi kl terlalu (sok) keras…. gak akan jalan…. ingat loh kita ini yg BAYAR…. kalo mau benahi…. benahi dulu yang KITA BAYAR, yaitu orang orang seputaran BPJS…. mereka kerja becus, profesional… otomatis rakyat akan terbentuk dengan sendirinya untuk tertib…. saya sudah ke kantor BPJS artha gading…. betapa kasihan liat orang orang yg ngurus BPJS yang gak ngerti apa apa harus ngikut arus bayar di indomaret….???? kasian mereka apalagi ibu ibu yang sudah tua renta. siapin dong kasir yang profesional, andal dan cepat !!! jam 12 teng istirahat makan siang… eh jam 1 istirahat makan siang lagi, saya tanya kok istirahat lagi ? petugasnya ngomong “itu tadi bagian daftar… sekarang bagian pengambilan kartu” padahal, dr jam 12 semuanya uda pada ngilang !!! warga lagi nih yang harus dibenahi dan dicecer mlulu ??? turunlah ke lapangan biar melek……. ayolah kita SALING… SALING apa ya terserah aja…. saling berlomba tertib ya hayoooo… saling berlomba “ehem…” ya emang uda biasa….. salam DAMAI

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *