Besar Denda BPJS Kesehatan

Diposting pada

BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan yang di peruntukkan bagi seluruh masyarakat agar memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik secara menyeluruh dan merata.

Sehingga untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak di kenakan batasan aturan yang ketat seperti ketika kita mengikuti asuransi swasta.  Semua bisa mendaftar menjadi peserta dan bahkan negara mewajibkannya.


Artikel Terkait (Cara Daftar BPJS Kesehatan Online Terbaru 2017)

Dengan jumlah kepesertaan yang besar tentu membutuhkan biaya yang cukup besar untuk mencover klaim dari peserta yang masih di dominasi mereka yang sakit. Jika yang sehat enggan membayar iuran maka devisit anggaran akan terus melanda BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu BPJS Kesehatan tetap membebankan iuran kepada pesertanya dengan membagi menjadi 3 kelas dan bagi peserta yang tidak mampu membayar iuran bisa di bayarkan oleh negara.

Di dalam perjalanannya banyak peserta mandiri yang menunggak iuran sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut BPJS Mengenakan denda sebesar 2% dari iuran kepesertaan.

Hal ini seperti yang di sampaikan Edi Wiyono Ka. Unit Manajemen Kepesertaan & UPMP4 BPJS Kesehatan cabang bandar lampung dikutip dari tribunews jika ada peserta yang menunggak iuran selama setahun bahkan lebih maka denda yang dikenakan Cuma enam bulan sehingga jika seorang peserta menunggak selama setahun maka yang di bayar iuran wajib selama 12 bulan + 2% x 6 Bulan denda BPJS Kesehatan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut peserta di himbau untuk melakukan pembayaran iuran tepat waktu melalui chanel – chanel yang telah disediakan.

Baca Juga: Relawan » Cara Bayar Iuran BPJS Melalui SMS banking

Perlu diketahui kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib dan seumur hidup. Kita tidak bisa berhenti sementara sedang tidak membutuhkannya sehingga jika kita tidak melakukan pembayaran iuran akan terakumulasi terus sejumlah yang tertunggak + denda BPJS Kesehatan yang dikenakan 6 bulan pertama.

Jangan sampai tagihan anda menunggak hingga bertahun – tahun sehingga akan memberatkan anda. Jika anda tidak mampu membayarnya bisa mengajukan peralihan menjadi peserta penerima bantuan ( PBI )  agar iuran bisa di bayarkan oleh negara.

Yang di Cari:

  • denda bpjs
  • denda bpjs kesehatan
  • denda bpjs mandiri online
  • pembayaran bpjs terakumulasi
  • Bayar denda bpjs on
  • cara bayar denda bpjs kesehatan online
  • cek nomer kpj untuk bpu
  • denda Satahun bpjs mandiri
  • manajemen denda bpjs kesehatan
  • menanyakan besar denda bpjs

2 thoughts on “Besar Denda BPJS Kesehatan

  1. Bpjs yg terhormat, saya selaku kepala keluarga merasa sangat memerlukan bpjs ini. Setelah saya coba mengikuti untuk beberapa bulan saya tidak dapat menyanggupi iuran bulanannya. Karena ekonomi saya sendiri merasa tidak mampu untuk melaksanakan iuran itu kembali. Bagaimana kiranya saya bisa kembali memperoleh bpjs dengan tanpa iuran. Apakah ada yg seperti itu, dan bagaimana dgn bpjs lama saya yg sudah 3 tahun lamanya tidak dibayar. Saya sangat bermohon atas bantuan bpjs ini, terimakasih

    1. kepada pak andre purnama , silahkan menghubungi dinas sosial setempat untuk mengajukan sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) yang iuarannya dari pemerintah dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. namun tetap harus melalui beberapa tahapan silahkan menanyakan langsung ke dinas terkait. terima kasih

  2. 12 bulan + 2% x 6 Bulan = Denda nya seakan2 pemilik kartu orang kaya semua kali ya.
    Andai keuangan rakyatmu baik seluruhnya, tidak akan terjadi keterlambatan atau tidak dibayar hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

    Gw aja 7 bln ga bayar. Kenapa ?? Semenjak gw denger dari pasien di beberapa Rs. (Terutama daerah cengkareng) dimana praktek Dokter sering datang telat. Dan operasi yang di lakukan terkadang gagal dan mengakibatkan kefatalan pada pasien (Harusnya sembuh atau membaik malah menjadi CACAT). Banyak yang bilang karena GRATIS, jadi Dokternya tidak dapat uang lah apa lah, dll.

    Urus terlebih dahulu SISTEM dan SDM yang bersangkutan pada BPJS -nya. Ketimbang di adakan DENDA.
    Ujung2nya di korupsi lagi nanti muncul di berita >_<.

    1. Antrian kelewat lama (Melayani 1 nomor bisa 6 – 20 menit).
    2. Cara kerja yang masih banyak yang tidak profesional.
    3. Pegawai yang melayani bagian BPJS rata-rata 2 – 5 orang. Sedangkan antrian PASTI di atas 100 orang / nomor. (Anak orang keburu mati).
    4. Pemberian obat-obatan yang kurang efektif pada penyakit yang di derita pasien (Mimpi kali ya, bayar murah mau dapat obat yang berkhasit dan bagus).
    5. Dalam 1 hari hanya di batasi dengan budget / anggaran dari pemerintah (150.000 /org/ hari) jika tidak salah.
    Jadi menyebabkan kesengsaraan penyakit yang di derita pasien. Kalau bisa selesai dalam 1 hari kenapa harus 10 hari baru selesai !

    6. Pelayanan untuk Dokter atau Suster di Rs. terkadang menyebalkan! Kalau si calon pasien ingin berobat dengan kartu BPJS, terkadang ada yang bilang KAMAR KOSONG. TANPA DI CEK TERLEBIH DAHULU. Gimana rasanya jika ada keluarga kalian atau orang yang kalian sayang datang ke Rs. dan hanya mempunyai kartu BPJS ini dan penyakitnya cukup parah dan harus segera mendapatkan perawatan dan penanganan. TAPI MALAH DI CUEKIN DAN DI JAWAB KAMAR KOSONG. (Masih ada beberapa Dokter dan Suster yang bersikap seperti itu, terutama di bagian IDG / UGD atau bahkan Resepsionis).

    Semoga tidak do korupsi dan BPJS menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *