BPJS Bangkrut , Peserta Cemberut

By | 30 Oktober 2018

Judul Senganja BPJS Online buat sedikit dramatisir supaya dapat menggugah hati nurani,serta minat untuk memahami uraian singkat atas kondisi terkini lembaga kebanggaan kita BPJS Kesehatan.

Meski telah mendapatkan kucuran dana dari negara sebesar 4,9 Trilliun BPJS Kesehatan hanya mampu menutup sebagaian kecil saja kewajibannya membayar tunggakan klaim dari Rumah sakit.

Bahkan masih tersisa 7,2 Trilliun yang harus segera di lunasi oleh BPJS Kesehatan bila tak ingin di kenakan denda oleh pihak Rumah Sakit sesuai kesepakatan di awal.

Jika di tambah dengan denda lagi tentu saja angka 7,2 trilliun belum final bahkan bisa bertambah seiring jumlah hari berjalan.

Akar masalah ini tentu saja para peserta mandiri yang tdak mau membayarkan iuran, mainset sebagaian besar warga negara yang belum sadar asuransi membuat program Universal Health Coverage tidak mampu berjalan seperti yang di harapkan.

besaran jumlah peserta yang terdaftar tidak di imbangi dengan jumlah iuran yang masuk , sementara peserta yang membutuhkan pengobatan semakin besar dan terus bertambah.


Artikel Terkait (OJK Rampungkan BPJS Kesehatan Syariah)

Semua pasti menyadari, jika pola pikir Ogah membayar iuran saat sehat masih melekat erat dan sangat sulit untuk di ubah adanya kebutuhan lain yang lebih mendesak selalu menjadi alasan uatama.

ads

Asuransi swasta saja harus dengan beragam iming – iming reward hingga mengkombinasikan dengan sistem multi level marketing untuk mendobrak paradigma lama sehingga bisa menarik daya beli masyarakat atas manfaat asuransi.

Sementara BPJS Kesehatan hanya menawarkan layanan yang hanya bisa di nikmati ketika sakit itupun bukan kelas mewah, inilah point utamanya peserta menjadi merasa rugi lantaran uang iuran yang ia bayarkan setiap bulannya tidak bisa dirasakan manfaatnya kecuali sakit.

Berbeda dengan asuransi swasta, yang setelah sekian tahun lamanya dana kita bisa kembali layaknya menabung , bahkan ada yang berani dengan ditambah hasil pengelolaan dana semacam investasi.


model investasi ini sepertinya lebih efektif ketimbang sistem  yang di anut BPJS Kesehatan saat ini.

BPJS Ketenagakerjaan contohnya rekan satu lembaga yang nasibnya 360 lebih baik ketimbang dengan BPJS Kesehatan, selain rata-rata pesertanya sebagian besar iurannya di bayarkan oleh perusahaan sehingga kemungkinan menunggak sangat kecil,di tambah lagi adanya investasi dimana di hari tua peserta bisa mengambil dana yang telah di setorkan selama menjadi peserta.

dengan demikian peserta tidak merasa rugi – rugi banget atas iuran yang secara rutin dibayarnya meski tidak pernah sakit. karena bisa menggharap mendapat hasil ketika tua nanti.

Menurut BPJS Online meskipun tidak sebesar asuransi swasta seharusnya ada yang bisa dinikmati peserta ketika memasuki masa tua.

nah kalau sobat BPJS Online sendiri apa pendapatnya …..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *