BPJS Defisit ? ini Solusi dari Reader BPJS-Online.com

By | 4 November 2018

Seseorang yang tidak mau di publikasikan namanya , sehingga BPJS Online menyebutnya “Mr Paijo” mencoba mengungkapkan ke gundahannya perihal prahara defisit anggaran yang terus melanda BPJS Kesehatan.


Meski bagi sebagian orang BPJS dianggap program gagal, namun bagi lelaki berusia 28 tahun ini BPJS bak super hero baginya.

bagaimana tidak , ketika istri sedang menjalani proses persalinan putra-pertamanya ia juga harus terbaring lemah di ruangan berbeda di rumah sakit yang sama akibat terkena tipes.

Menurutnya sudah tidak terbayang lagi bagaimana kesulitan keluarga kami ketika itu, utamanya ibu mertuanya.

Dengan keadaan ekonomi yang mepet tentu tidak banyak yang dapat ia perbuat untuk kelahiran calon buah hatinya.

di tengah- tengah kepanikan itu, Pak Lurah yang kebetulan cukup dekat dengan rumah membesuk kami dan mengingatkan untuk memanfaatkan kartu JKN-KIS sambil menyodorkan kartu atas nama saya dan istri saya.


Artikel Terkait (Bpjs dan Farmasi)

sayapun tak bisa berkata – kata selain bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pak lurah , yang mana saat pendaftaraan saya tidak begitu menghiraukannya sehingga lupa. dan kini baru kami menyadari manfaatnya. ungkap Paijo

ads

Kini keluarga sayapun bisa kembali berkumpul di rumah tanpa bingung memikirkan biaya rumah sakit.

terlepas dari hal tersebut, beberapa hari terakhir BPJS Kesehatan begitu heboh dengan pemberitaan defisit-nya bahkan banyak sekali isu yang menyatakan BPJS Kesehatan akan di Stop jika tak kunjung mampu membiayai dirinya.

Saya sebagai rakyat kecil tentu sangat berharap kepada pemerintah agar program BPJS Kesehatan ini tetap berjalan dan terus berkembang agar semakin banyak warga yang terbantu seperti saya ini.


perihal defisit mungkin tidak ada salahnya kita mendengar pendapat dari para peserta yang menunggak iuran, sehingga di ketahui bersama untuk kemudian di cari pemecahan masalahnya.

contoh saja kawan sekampung saya pak Rudi yang merupakan peserta BPJS Kesehatan peserta mandiri yang tetap enggan membayar iuran bulanannya meski kerap mendapat sms peringatan dari BPJS.

Setelah Paijo tanyakan ternyata beliau enggan lantaran keluarganya belum ada yang sakit, ia berniat membayar iuran nanti ketika ia atau keluarganya sedang membutuhkan pengobatan saja.

selain itu pak rudi juga merasa rugi membayar iuran tersebut karena dana yang ia bayarkan itu tak bisa di ambil lagi ketika sudah tua seperti halnya asuransi lainnya.

dari satu kasus pak rudi saja Paijo sudah tau sebagian kecil apa yang menyebabkan banyak peserta mandiri menunggak iuran BPJS-nya.

nah sedikit saran nih dari Paijo guna menumbuhkan semangat membayar iurannya, sebaiknya walau cuma 10-15% hasil iuran bisa di ambil ketika peserta bersangkutan pensiun atau meninggal dunia sehingga mereka semangat bayarnya.

dan supaya lebih tertib iuran lagi, dana itu bisa keluar hanya bagi mereka yang tidak pernah telat membayar iuran.

misalkan bulan ini telat bayar iuran, maka dana yang terkumpul hangus dan mulai no lagi. dijamin dah pada rajin bayar iuran dan tepat waktu.

demikian sedikit saran dari Paijo , mohon di muat ya admin BPJS Online siapa tau terbaca oleh petinggi – petinggi BPJS.

Sebagai penutup, semoga BPJS kesehatan tetap berlanjut dan semakin berkembang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *