BPJS Kesehatan akan Cabut Obat Kangker Payudara

By | 31 Maret 2018

Para penyandang penyakit kanker payudara baru baru ini dibuat geram oleh berita baru dari BPJS Kesehatan. Seperti yang di lansir BPJS Online dari halaman suara.com, BPJS Kesehatan berencana mencabut jaminan obat kanker payudara .

hal ini sama seperti yang dikatakan oleh saudari santi persada yang merupakan perwakilan komunitas dari lovepink , ia menyatakan bahwa hanya obat transumap lah yang telah teruji manfaatnya2 untuk menyembuhkan penyakit kanker payudara namun akan di cabut pembiayaannya.

sebagai mantan penderita serta bagian dari komunitas, santi sendiri sangat mengerti bagaimana perasaan sebagai penyandang penyakit payudara apabila samapai jaminan bpjs untuk pengobatan kanker payudara tersebut dicabut .

bahkan ribuan penyandang kanker payudara di indonesia akan mengalami pengobatan yang tidak efektif dan tidak maksimal.

ads

Santi kemudian mencerritakan kembali bahwa dia bisa sembuh seperti sekarang , ia harus melakukan 30 kali pengobatan trasuzumap ,dan memang obat tersebut sangatlah mahal , dan dengan adanya jaminan dari BPJS Kesehatan maka penyandang kanker payudara mempunyai secercah harapan untuk sembuh kembali .


Artikel Terkait (Cara klaim kecelakaan kerja BPJS ketenagakerjaan)

tetapi mendengar peredaran berita berita BPJS akan mencabut jaminan obat kanker payudara tersebut santi mengharapkan, upaya pemerintah agar dapat menyelamatkan para penyandang kanker payudara dengan mengurungkan rencana BPJS itu.

Menengok kebelakang , bahwa selama ini BPJS kesehatan menyatakan , bahwa biaya yang paling banyak dikeluarkan adalah biaya pengobatan kanker .


sehingga apabila BPJS tidak mengambil jalan pintas yakni salah satunya melakukan pencabutan jaminan terhadap beberapa biaya obat yang dianggap memiliki andil yang sangat besar terhadap biaya operasional , maka BPJS akan terancam tidak dapat bertahan bila terus terjadi devisit.

Jadi menurut santi persada , salah perhitungan dimana awalnya bpjs mencatat anggaran dari pasien yang terlihat saja , namun setelah bpjs mulai berjalan pasien yang dulunya berdiam diri karena pengobatan yang mahal jadi muncul berusaha mengobati dirinya dengan jaminan BPJS .

sehingga estimasi bpjs kesehatan di awal tersebut meleset cukup jauh sehingga bpjs kebingungan untuk menutupi anggaran biaya nya .

Sementara itu dari gedung DPR mulai mempertanyakan kepada BPJS atas wacana melakukan pencabutan pengobatan untuk jaminan kanker “transuzumap” , melalui syamsul bahri sebagai wakil ketua komisi , berjanji akan mendorong bpjs kesehatan agar tetap menanggung biaya pengobatan kanker payudara dengan maksimal.

oleh sebab itu syamsul menegaskan bahwa pihak nya akan mengundang kementrian kesehatan dan bpjs dalam rapat digedung DPR.

DPR yang telah banyak mendengar keluhan-keluhan dari masyarakat termasuk organisasi pasien kanker tentu tidak akan berdiam diri.

Syamsul juga tidak menepis jika hingga saat ini BPJS masih terus dilanda kekurangan anggaran dan masalah itu adalah masalah yang sangat menjadi momok, namun dpr bertekad untuk mecari jalan tengah agar pelayanan kesehatan tidak terhambat dan semakin lancar tanpa harus mencabut jaminan pengobatan kanker payudara yang di maksudkan.

Sebelumnya asisten deputi bidang yutilasi dan atifrot dan rujukan bpjs kesehatan elsa novelia menyatakan bahwa bpjs kesehatan tidak lagi menjamin “trasuzumap” berdasarkan pertimbangan dewan klinik berlaku mulai 1 aprril mendatang ,

menurut pertimbangan dewan klinik trasuzumap tidak efektif untuk terapi kanker payudara stadium lanjut,oleh sebab itu keberadaan obat tersebut kopularium nasional atau ditinjau ulang.

Dan hingga artikel ini terbit belum ada kabar terbaru perihal rencana penghapusan tersebut.

Yang di Cari:

  • Bpjs cabut biaya kanker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *