Ada BPJS Kesehatan Penderita Hemofilia Masih Khawatir

By | 7 Juni 2016

hemofilia bpjs kesehatan

hemofilia bpjs kesehatan

Meski pemerintah telah menanggung biaya untuk pengobatan penderita hemofilia melalui BPJS namun para penderita penyakit ini masih dilanda ke galauan lantaran tidak semua biaya bisa di bebankan ke BPJS Kesehatan.

Hal ini lantaran masih adanya mismacth antara hasil diagnosa oleh dokter yang menangani, berbenturan dengan aturan pemerintah melalui kemenkes. misalkan saja seorang pasien yang di diagnosa menderita hemofilia golongan berat dan harus mendapatkan perawatan yang lebih intesif secara otomatis biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih mahal. dan hal tersebut seringkali berbenturan dengan standart aturan dari kemenkes. obat yang seharusnya bisa di berikan untuk memberikan hasil maksimal kepada pasien hemofilia golongan berat ini tidak ada dalam daftar BPJS Kesehatan.

Baca ini juga : ( Dilema Sistem Rujuk BPJS Kesehatan )

hal ini yang harus secara rutin di komunikasikan dengan pihak BPJS Kesehatan supaya di berikan solusi atas kendala ketersediaan obat tersebut. jika pihak petugas pasif maka pasienlah yang akan di rugikan lantaran harus mencari obat tersebut ke apotik di luar dan harus membayarnya sendiri.

Sekilas tentang hemofilia

hemofilia sendiri merupakan penyakit yang terjadi akibat gangguan pembekuan darah dan biasanya karena faktor keturunan.belum ada obat khusus untuk terapinya namun sejumlah pakar kesehatan menyatakan banyak kasus hemofilia yang bisa di sembuhkan meski tetap harus melakukan terapi seumur hidup. namun penderita penyakit ini bisa menjalani rutinitas secara normal.

ads


Artikel Terkait (Bpjs kesehatan online go mobile)

mengetahui gejala penyakit hemofilia sejak dini sangat penting misal ketika baru lahir biasanya talipusar tidak berhenti mengucurkan darah selepas di potong , dan jika anak sudah mulai mengalami fase pertumbuhan sering mengalami luka lebam yang diakibatkan hanya karena benturan ringan.

bagi penderita penyakit ini terutama yang masih anak – anak disarankan selalu mendapatkan support dari orang tua dan orang-orang disekitar agar tidak merasa minder. pasien harus rutin menjalani terapi berupa tranfusi darah guna menambahkan faktor pembekuan darah secara konsentrat dengan biaya kurang lebih 5 juta.

Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) sendiri mencatat jumlah penyandang hemophilia di Indonesia saat ini mencapai 25 ribu orang. Dari jumlah itu, baru 1.025 yang didiagnosa. Sedangkan di Jawa Timur jumlah penderita mencapai 333 jiwa pada 2016, naik dari tahun sebelumnya yang 226 orang.


mari kita support penderita hemofilia jangan kita asingkan karena itu akan semakin menambah beban deritanya.

reff: tempo.co

 

 

 

One thought on “Ada BPJS Kesehatan Penderita Hemofilia Masih Khawatir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *