BPJS Ketenagakerjaan Aceh di Serbu Komplain

By | 20 Oktober 2017

RS cut nyak dien

RS cut nyak dien

Baru saja meluncur program Contact center terintegrasi yang di berinama one stop service “care” contact center BPJS Ketenagakerjaan atau sering juga di sebut BPJSTK mendapat banyak keluhan masyarakat.

Keluhan ini utamanya di tujukan bagi kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang meulaboh Aceh Barat yang ditengarai sangat lamban dalam menangani urusan pencairan klaim dari beberapa perusahaan.

“Bayangkan saja, klaim yang kami ajukan sejak Juli 2017, hingga Oktober ini belum jelas kapan dibayar. Padahal, kami rutin membayar iuran setiap bulan,” kata Akrim, pimpinan Akfi Group seperti yang BPJS Online kutip dari serambi , Rabu (18/10) kemarin.

Lambatnya pencairan klaim yang diajukan sejumlah perusahaan ini membuat para peserta gerah lantaran sudah membayar iuran secara rutin setiap bulannya.

Belum lagi mereka juga sudah melengkapi segala dokumen baik itu bukti berobat, resep dokter, serta semua persyaratan menyangkut dengan biaya rawat pasien/pekerja yang mengalami kecelakaan, sesuai dengan syarat mengajukan klaim dari BPJS Ketenagakerjaan.

ads


Artikel Terkait (Menunggu Dinasti Baru BPJS)

Pihaknya sudah coba menghubungi bahkan mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat namun tidak memperoleh kepastian.

“Penjelasan yang diterima selalu saja membuat kami kecewa. Mereka selalu berjanji membayar, namun tak ada realisasi,” ungkapnya.

Akhirnya akhrim mengambil langkah dengan membeberkan persoalan ini ke publik berharap mendapat tanggapan segera dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.


“Kalau tak ada pembayaran klaim dalam bulan ini, kami tak mau lagi menjadi pelanggan di BPJS Ketenagakerjaan. Pekerja sangat kecewa,” ancamnya.

 Sementara itu melalui saluran telpon secara terpisah kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang meulaboh husaini membenarkan atas adanya keterlambatan pencairan klaim oleh beberapa kasus kecelakaan kerja dari beberapa perusahaan yang sudah mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta.

“Persoalannya satu, yakni belum keluar tagihan (biaya rawat) dari rumah sakit. Padahal, sudah kita minta berkali-kali,” kata Husaini.

Inilah sebenarnya duduk persoalannya tagihan sebagai salah satu kelengkapan dokumen pendukung pencairan klaim belum terlengkapi sehingga proses pencairan klaim belum bisa dilakukan.

Totalnya ada 11 kejadian yang serupa di wilayah kerja husaini tersebut yang belum terlengkapi tagihan biaya dari rumah sakit.

“Intinya bukan kita memperlambat pembayaran klaim, tapi karena faktor eksternal,” tambahnya. Dia berjanji seluruh klaim peserta yang belum selesai akan dituntaskan paling lambat pada pekan depan. Dikatakan, seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja akan ditanggung biaya pengobatannya sampai sembuh.

Tak berhenti di situ melalui saluran yang sama kepala bidang pelayanan medis RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Eman Tuahta Surbakti tidak memungkiri adanya kejadian tersebut pihaknya memang pernah ada dimintai berkas tagihan biaya, namun belum bisa melengkapi tanpa dijelaskan lebih rinci apa penyebabnya.

Namun melalui keterangannya Eman berjanji akan melakukan penelusuran berkas yang di butuhkan tersebut.

 “Nanti saya cek lagi apa sudah diserahkan atau belum berkasnya dari rumah sakit, karena memang sudah dipertanyakan termasuk dalam rapat beberapa waktu yang lalu,” tutup dr Eman Tuahta.

Melihat kejadian ini BPJS Online menyimpulkan ada keterlibatan 3 pihak pihak perusahaan (sebagai peserta) , pihak BPJSTK sebagai penjamin dan pihak rumah sakit yang merupakan saling keterkaitan.

Disini pihak BPJS Ketenagakerjaan harus duduk bersama dengan pihak rumah sakit apa yang menjadi kendala sehingga belum diserahkannya berkas yang diperlukan tersebut jangan menunggu berlarut – larut sehingga peserta yang dirugikan.

Begitu juga pihak rumah sakit apabila memang benar adanya peserta tersebut dilakukan perawatan / pengobatan mengapa harus di tunda – tunda penyerahan dokumennya hingga lebih dari 3 bulan lamanya.

Hal – hal semacam ini perlu dikomunikasikan secara intens agar tidak ada pihak – pihak yang dirugikan.








Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *