BPJS Ngutang , Rumah Sakit Tumbang

By | 23 November 2018

ARSII (Asosiasi Rumah sakit Swasta Indonesia ) menyatakan jika saat ini sudah mulai kesulitan untuk menyediakan kebutuhan obat utamanya bagi peserta JKN-KIS hal ini karena selain pembayarannya yang terlalu kecil dan itupun kerap menunggak.


inilah mengapa judul artikel sengaja di buat sedikit dramatis supaya menggugah para penunggak iuran BPJS Kesehatan untuk segera melunasi tunggakannya. 

Bahkan menurut Sekjend ARSII Iing Ichsan Hanafi mengatakan jika rumah sakit sudah kesulitan memperoleh supply anti biotik.


“Datanya berbeda di tiap rumah sakit, tapi umumnya kita mulai kesulitan mendapat antibiotik. Beberapa produsen obat sudah mengunci (lock) sistemnya sehingga kita tidak bisa pesan, karena terlalu banyak tunggakan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) ARSSI Iing Ichsan Hanafi seperti yang BPJS Online kutip dari detikHealth, Jumat (23/11/2018).

ads

 Beberapa produsen obat telah mengenakan kebijakan Lock System , dimana harus seimbang antara jumlah pesanan dan jumlah pembayaran, dan setiap produsen obat memiliki kebijakan lock sistem masing – masing.

Oleh sebab itu untuk mencegah kelangkaan obat, Rumah Sakit mengambil kebijakan dengan beralih ke produsen lain yang menyediakan produk sejenis.


Artikel Terkait (Di Audit BPKP, BPJS Kesehatan Segera Gelar Pertemuan)

Menurutnya dana yang di gelontorkan pemerintah sebesar 4,9 trilliun dianggap masih jauh dari cukup lantaran dana tersebut harus di bagi – bagi untuk membayar farmasi dan tenaga medis ataupun operasional Rumah Sakit.


Ichsanpun tidak yakin masalah obat ini akan teratasi apabila defisit BPJS Kesehatan masih tetap berlanjut tanpa adanya kebijakan alternatif contoh saja dengan menaikkan premi iuran dan sumber dana talangan baru bagi BPJS Kesehatan.

Simak Juga: Capres Prabowo , BPJS Kesehatan Biangnya Hutang Rumah Sakit


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *