BPJS tak berlaku Bapak ini di tagih kerumah bawa Polisi

By | 9 Desember 2016

bpjs tak berlaku

bpjs tak berlaku

Kembali lagi sebuag kabar tak menyenangkan di arahkan ke BPJS kesehatan dimana seperti yang dikutip BPJS online dari http://pojoksatu.id seorang peserta BPJS bernama ramadhan harus menerima perlakuan yang tidak enak dari pihak rumah sakit.

dimana ia diminta pihak RSUD dr Pirngadi Medan membayar biaya pengobatan anaknya sebesar Rp672.000. meski ia sudah menjadi peserta BPJS kesehatan.

dan parahnya pihak rumah sakit menagih kekurangannya hingga mendatangi ke rumah tempatnya tinggal dengan membawa seorang polisi.

menurut ramadhan menjelaskan jika ia masuk Kamis (8/12/2016) siang, Pihak rumah sakit menyatakan jika kartu BPJS Kesehatan milik anaknya, Ikbal tidak bisa digunakan. Akibatnya, Ikbal yang berobat pada Minggu (27/11/2016) pagi kemarin dimasukkan sebagai pasien umum tanpa adanya pemberitahuan dari pihak RSUD dr Pirngadi Medan, karena ketika masuk tidak diberitahu.

“Kalau begini kan kita kecewa, karena punya kartu BPJS Kesehatan tidak bisa digunakan. Orang rumah sakit bilang BPJS Kesehatan tidak mau menerima karena termasuk kecelakaan lalulintas,” beber Ramdhan seperti yang kami kutip dari pojoksatu.


Artikel Terkait (Direksi Bpjs Ketenagakerjaan 2016)

dan biaya yang di bebankan oleh pihak RSUD juga di anggap mahal oleh bapak tiga anak ini yang mana menurutnya anaknya cuma sakit akibat jatuh di bagian kelingking sebelah kiri tanpa rawat inap.

ads

“Saat mau pulang kartu BPJS anak saya saya ditinggal, apakah masih bisa diklaim ke BPJS Kesehatan atau tidak, ternyata tidak bisa. Namun pada Rabu (7/12) datang orang RSUD dr Pirngadi Medan untuk menagih biaya ke rumah. Saya jadi takut dan tidak punya uang untuk membayarnya, jadi saya kasih Rp90 ribu, ” tambah Ramadhan.

ramadhan berharap BPJS kesehatan mau menanggung baiay pengobatan anaknya dan juga pihak RSUD dapat memberikan keringanan terhadap tagihan tersebut.

semua berawal ketika anak ramadhan yang baru pulang bekerja dari Plaza Millenium megendarai sepeda  motor terjatuh dan menabrak pohon dan akibatnya jari anak terluka dan sepeda yang ia kendarai rusak parah.


Pejelasan dari pihak RSUD dr Pirngadi Medan

di temui secara terpisah Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin mengatakan jika pasien BPJS Kesehatan yang mengalami kecelakaan tidak diterima oleh BPJS Kesehatan,Selama ini, lanjutnya sudah banyak keluarga pasien yang mengeluhkan hal ini kepada RSUD dr Pirngadi Medan.

Namun, disebut Edison pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran itu merupakan ketentuan dari BPJS Kesehatan.

“Kita selalu mengutamakan pengobatan terhadap pasien, tapi kasus seperti ini sudah banyak. Jadi mau gimana pun memang harus bayar. Kecuali BPJS Kesehatan mau menanggungnya baru kita masukkan ke klaim BPJS Kesehatan. Seharusnya ada diskresi dengan melihat kasusnya,” ujar Edison.

Disinggung soal adanya Polisi ikut menagih, dikatakan Edison itu adalah polisi yang memang bertugas di RSUD dr Pirngadi Medan. Hal itu sah-sah saja dilakukan, karena memang sudah kewajiban membayar biaya perobatan. Bahkan, dikatakan Edison jika tidak dibayar, pihaknya dapat melaporkan ke polisi.

Dari BPJS Online

sebenarnya dalam kejadian tersebut bisa kita ambil manfaat pelajaran bagi yang lain terutama juga bagi peserta BPJS kesehatan yang mengalami kejadian serupa agar tidak terulang dan terulang.

Beberapa faktor yang perlu di perhatikan dari berita di atas

– tidak di sebutkan kartu BPJS yang di miliki tidak bisa di gunakan di sebabkan apa , kalau belum di bayar iurannya tentu tidak bisa digunakan.

– apakah peserta membawa surat rujukan dari faskes Tk1 ? sepertinya tidak karena kepanikan peserta langsung menuju RSUD tanpa membawa rujukan

– kartu BPJS tertinggal, sudah menjadi kewajiban untuk berobat mengganakan BPJS Kesehatan harus membawa berkas KTP,KK,Kartu BPJS Kesehatah dan Surat rujukan

jika tidak sempat bisa minta tolong keluarga ,tetangga di rumah mengantarkan ke rumah sakit.

– apakah petugas BPJS kesehatan sudah memeberikan pemahaman terkait hal tersebut di atas ? dan juga untuk kecelakaan tidak di cover BPJS Kesehatan.

– dan bisa di urus ke jasaraharja itupun jika memeiliki persyaratan yang mencukupi,dan pointnya lagi jika ia mengalami kecelakaan ketika pulang dari kerja bisa juga di klaim ke BPJS ketenagakerjaan itupun jika ia di daftarkan oleh perusahaan tempat ia bekerja.

– dan untuk pihak RSUD mengapa harus membawa polisi hanya untuk tagihan sebesar 672.000 ?

jadi sebenarnya semua pihak harus saling memahami baik peserta ,petugas BPJS dan pihak Rumah sakit.

dimana peserta aktif mencari tahu prosedur dan peraturan yang sedang berlaku di BPJS kesehatan tak menganggap dengan kartu BPJS semua beres, namun ada ketentuan – ketentuan yang harus di pahami  , banyak info yang tersebar di internet atau tanya langsung ke call center.

untuk petugas BPJS Kesehatan apakah senantiasa mendampingi peserta yang mengalami problem seperti ini ? seharusnya mereka di gaji jangan hanya menjawab sekedarnya saja sesuai  buku panduan , selayaknya juga aktif mendampingi setiap pasien yang sedang kebingungan hingga di pastikan maslah clear sehingga tidak sampai merasa di acuhkan hingga tersebar ke media.

memang BPJS Kesehatan tidak mengcover untuk biaya pengobatan akibat kecelakaan , karena seperti yang kita ketahui bersama itu masuk tanggungan jasaraharja dan untuk memperoleh tanggungan jasaraharja tentu tidak serta merta langsung diganti namun ada mekanisme yang harus di ikuti salah satunya ialah adanya berita acara dari polisi.

dan pihak rumah sakit juga tak kalah penting peran aktifnya di jelaskan sedetail mungkin samapi pasien memahami tak harus saling lempar ini urusan BPJS sehingga pasien merasa tidak di beritahu secara detail ketika masuk.

semoga setiap kejadian dapat memberikan pelajaran bagi kita semua agar senantiasa tanggap dalam mensikapi setiap kejadian hal ini tentu agar citra BPJS Kesehatan tidak semakin buruk lantaran peserta yang kurang memahami atau petugas yang tidak peduli dengan peserta yang bingung ,sekali lagi kami tegaskan BPJS Online hanya media online independen segala pendapat di atas hanya berupa masukan dan saran pribadi jika ada pihak yang merasa keberatan silahkan melayangkan hak jawab dengan mengirimkan ke email redaksi kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *