Capres Prabowo: Sekarang Saja Enggak Mampu Bayar Rumah Sakit,Bagaimana 5 Tahun Lagi ?

By | 6 November 2018

 Di tahun menjelang pilpress tahun 2019 yang semakin dekat gaung politik sudah sangat gencar sekali di suarakan dari berbagai partai politik peserta kontestasi.

Dari kubu pendukung petahana sudah mulai menyampaikan keberhasilan – keberhasilan dalam masa era kekuasaannya. sementara di kubu oposisi terus gencar mengkritisi kegagalan pencapaian program – program pemerintah.

ads

sebenarnya sah – sah saja keduanya saling berlomba memperebutkan hati rakyat dengan segala cara yang dimiliki selama masih dalam batas kewajaran sesuai koridor yang ada.

BPJS Kesehatan yang terus menjadi sorotan tak luput menjadi sasaran kubu oposisi sebagai salah satu program pemerintah yang di anggap gagal. hal ini lantaran BPJS Kesehatan masih terus menanggung defisit keuangan meski sudah hampir empat tahun berjalan.


Seperti yang ungkapakan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mempertanyakan jika saat ini saja enggak bisa bayar rumah sakit bagaimana lima tahun kedepan.


Kalau negara kita terus saja seperti ini lima tahun lagi, saya mau tanya, sekarang saja enggak bisa bayar rumah sakit, bagaimana nanti lima tahun lagi ? ujar Prabowo


Artikel Terkait (Waspada ! Marak Penipuan Berkedok BPJS Kesehatan)

demikian pernyataan tersebut disampaikan disela – sela pidatonya dalam rangka kunjungannya menghadiri deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri, Minggu (4/11/2018) seperti yang BPJS Online kutip dari halaman kompas.com

lebih lanjut lagi ketua dewan pembina partai Gerindra juga menceritakan ihwal pertemuannya dengan seorang pengusaha rumah sakit di semarang yang mengeluhkan hutang pemerintah kepada rumah sakitnya sebesar 110 milliar.

Prabowo juga menghawatirkan jika kondisi tersebut berdampak di tolaknya orang yang mau berobat

Dia mengatakan kepada saya, ‘Pak Prabowo selama saya jadi pengusaha sudah 30 tahun, belum pernah keadaan separah sekarang’, imbuh Prabowo

Seperti dalam pemberitaan selama ini BPJS Kesehatan memang masih terus di ambang defisit , bahkan pencairan dana talangan dari pemerintah yang berjumlah 4,9 trilliunpun di anggap tidak mampu menutup tunggakan BPJS Kesehatan kepada Rumah sakit mitra-nya.

atas kejadian tersebut juga presiden jokowi di dalam pidatonya menegur terhadap kinerja BPJS Kesehatan melalui direktur utamanya Fachmi Idris dan mentri kesehatan nila Moeloek.

Simak Juga BPJS Online TV

Presiden Jokowi Tegur Menteri Kesehatan dan Dirut BPJS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *