Cara bayar BPJS Kesehatan via ATM

By | 24 Januari 2017

Bayar bpjs via atm

Bayar bpjs via atm

Membayar iuran BPJS Kesehatan sudah menjadi kewajiaban bagi setiap pesertanya sehingga tak heran mereka sering kelabakan jika kelupaan membayar iuran.

Ya sebagai peserta memang sebaiknya kita membayar iuran secara tepat waktu meski sistem denda sudah di tiadakan tetap saja ketika kita telat bayar resiko kartu di nonaktifkan akan membuat peserta rugi sendiri.

Dengan membayar iuran secara rutin secara tidak langsung kita mendukung Program kesehatan massal pemerintah ini berjalan dengan baik dan tidak kekurangan modal.

ads

Ancaman yang terjadi jika uang iuran kita telat efeknya membuat BPJS Kesehatan tak mampu membayar tagihan dari Faskes. Kalo sudah begitu maka bisa saja program ini di anggap program gagal sehingga perlu di bubarkan di ganti dengan yang baru.

Namun lagi lagi program baru tetap perlu uji coba  dan juga akan gagal jika masyarakat tidak memiliki kesadaran.


Artikel Terkait (KK)

Kalau sudah begini tentu bisa bisa BPJS Kesehatan di tutup dan kembali lagi seperti dahulu masyarakat sangat sulit mendapat pelayanan medis karena harus bayar.


Tak ada uang tak ada layanan. Itulah yang menjadi pedoman RS besar kala itu sehingga masyarakat banyak enggan berobat karena tak memiliki uang.

Maka dari itu mari kita sukseskan program bpjs kesehatan dengan membayar iuran secara tepat waktu.

Kembali ke pokok soal perihal pembayaran bpjs kesehatan via ATM ternyata masih sarana favorite yang digunakan peserta setelah itu menyusul via toserba biasanya sambil belanja ibu ibunya kemudian membayar iuran.

Dari beberapa peserta survey yang BPJS Online tanyai mengaku lebih tenang membayar via atm lantaran lebih mudah , ada bukti struk atm dan tentunya mudah.

Survey tak resmi ini BPJS online lakukan menggunakan media fanspage dengan total respoder 153 orang rata rata bergenre wanita dewasa.

Hal ini menunjukan masih banyak warga peserta BPJS Kesehatan umumnya ibu ibu ogah menggunakan fasilitas pembayaran online. Mereka taunya hanya ATM dan ATM .

Ini merupakan tantangan bagi pelaku bisnis micropayment PPOB untuk mengubah kecendrungan masyarakat terhadan ATM ke layanan Online.

Sehingga kedepannya akan sebaliknya dimana pembayaran via online lebih jadi pilihan daripada menggunakan ATM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *