Dampak Positif Yang Diberikan BPJS Kesehatan terupdate 2020

Diposting pada

Semenjak diberlakukannya operasi pelayanan BPJS Kesehatan pada tahun 2014 , BPJS sudah banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.Namun sekarang dampak positi tersebut luput dari pandangan masyarakat Indonesia dikarenakan deficit keaungan yang dialami BPJS Kesehatan .

BPJS KESEHATAN
BPJS KESEHATAN

Dilihat dari hasil data yang diperoleh pada enam tahun terakhir ini tercatat total pemanfaatan layanan badan sosial tersebut sudah mencapai angka yang sangat besar yaitu 1,1 miliar kali . Contohnya saja pada tahun lalu rata rata pemanfaatan ke fasilitas kesehatan (Faskes) sebanyak 756.515 kali kunjungan per hari kalender atau 32.000 kunjungan pemanfaatan per jam .

“Secara total pemanfaatan dalam enam tahun sudah mencapai 1,1 miliar kunjungan pemanfaatan,” ujar Fahmi dalam webinar daring, Jumat (5/6).

Ditinjau dari hasil kunjungan tersebut sudah diambil empat dampak positif yang diterima dan sudah diukur berdasarkan kajian Universitas Indonesia dan dipaparkan Fahmi dalam materi presentasinya.

Pertama peningkatan yang diperoleh dari kohesivitas sosial sebesar 13,6 persen dilihat pada tahun 2015 dan diatas 14 persen pada 2016, atas turunnya rasio gini pada tahun tersebut  .

Kedua, peningkatan taraf usia harapan hidup yang ada di Indonesia dengan kontribusi 1 persen penambahan pemanfatan layanan rawat inap. Dan jelas sudah ditambahkan 0,31 tahun usia human capital nasional .


Artikel Terkait (TAmbah Famili)

Ketiga, menjadikan bahan finansial keluarga , dimana membantu mencegah para pasien jatuh ke dalam garis kemiskinan akibat biaya berobat, yang disebabkan out of pocket atau biaya pengeluaran pasien dan keluarga mengalami penurunan selama penggunaan layanan BPJS Kesehatan .

Keempat, didapatnya partisipasi untuk pertumbuhan ekonomi yaitu terdapat multiplier effect kepada sector lainnya seperti industry kesehatan dan Farmasi,Rumah Sakit, serta dengan pertambahan satu persen peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan domestic bruto (PDB) perkapita senilai RP1 juta rupiah.

Dicatat BPJS Kesehatan hingga 13 Mei 2020 telah menerima pengajuan klaim jatuh tempo senilai RP4,4 triliun. Oustanding claim yang dimiliki BPJS juga mencapai RP6,2 triliun, klaim belum jatuh tempo RP1,03 triliun, dan carry over deficit dari 2019 senilai RP15,5 triliun.

Pada saat ini juga di data peserta BPJS kesehatan sudah mencapai 223 juta penduduk Indonesia . Angka sebesar itu diperoleh dari Kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) mencapai 132,6 juta peserta dari dana APBD.

Tinggalkan Balasan