Dokter Bintang Iklan

By | 11 Februari 2016

Fenomena dokter bintang iklan di indonesia bukanlah sebuah hal yang aneh dan sudah terjadi sejak lama, bahkan sudah dianggap halal oleh sebagian para pelaku industri priklanan. setelah team BPJS online telusuri ternyata kasus dokter bintang iklan bukan terjadi baru – baru ini saja di tahun 2011 saja terdapat 20 kasus iklan yang melibatkan tokoh atau tenaga ahli.

dokter bintang iklan

dokter bintang iklan

mungkin artikel kali ini tidak ada keterkaitannya dengan topik utama dari BPJS Online yang lebih fokus terhadap pembahasan dan berita – berita terbaru tentang BPJS, namun dikarenakan banyaknya pertanyaan yang masuk ke email kami, sehingga kami harus membahas fenomena ini dimana dokter bintang iklan kian merebak bahkan lebih berani terang – terangan.

ads

memang sih si dokter dalam iklan tersebut tidak secara tegas menyebutkan merk yang sedang di iklankan naman ikut tampil di dalam satu frame memberikan asumsi kepada masyarakat seolah – olah dokter ganteng tersebut menggunakan produk itu. sehingga image produk yang di iklankan menjadi mantab dikarenakan di gunakan oleh seorang dokter.

dan yang lebih parah lagi dalam sebuah acara yang membahas masalah kesehatan di tengah – tengah acara muncul seorang pakar kesehatan yang bertitel dokter dan di selipkan promosi produk didalamnya. percaya tidak percaya seorang yang awalnya ragu dengan produk tersebut berubah drastis menjadi yakin dan pada akhirnya membeli produk tersebut karena melihat anjuran dalam acara tersebut.

Dokter bintang iklan apakah melanggar etik ?!

padahal aturan sudah jelas Permenkes no 1787/Menkes/PER/XII/2010 jangankan menggunakan seorang dokter dalam iklan produk, menggunakan latar belakan laboratorium saja sebenarnya tidak diperbolehkan. namun apa yang kita lihat pada iklan TV nasional kita sepertinya peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi.


kita sebagai masyarakat tentu merasa di kelabuhi baik itu orang biasa yang berpura – pura sebagai dokter dalam iklan atau dokter sungguhan yang berprofesi ganda sebagai bintang iklan , tentu tetap meresahkan.


Artikel Terkait (Di Audit BPKP, BPJS Kesehatan Segera Gelar Pertemuan)

mungkin mereka sudah mempersiapkan puluhan dalih jika suatu ketika mendapatkan kritik, saya kan tidak menyebutkan profesi sebagai seorang dokter , sayakan seorang artis , saya tidak pernah secara langsung menyebutkan merek jadi secara hukum tidak melanggar.

kode etik itu dibuat untuk kepentingan menjaga nama baik sebuah profesi dari tindakan oknum yang bisa merusak citra dari sebuah profesi , bukan malah berusaha mencari celah untuk mendapatkan keuntungan.

bahkan sebuah iklan layananpun tidak diperkenankan apabila:

  • Mengiklankan pelayanan kesehatan/tenaga kesehatan dimana fasilitas pelayanan kesehatan tersebut tidak memiliki izin.
  • Merendahkan kehormatan dan derajat  sebuah profesi tenaga kesehatan
  • Membandingkan mutu antara pelayanan kesehatan satu dengan fasilitas kesehatan lainnya
  • Memberikan informasi yang salah, bersifat menipu serta menyesatkan.
  • Menciptakan pengharapan yang tidak tepat atas layanan kesehatan yang diberikan
  • Memuji diri sendiri secara berlebihan, termasuk pernyataan yang bersifat superlatif sehingga cenderung bersifat menyesatkan.
  • Mengiklankan obat, makanan suplemen dan alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar/tidak memenuhi standar mutu dan keamanan.
  • Mempublikasikan metode, obat, alat/teknologi pelayanan kesehatan baru yang belum diterima oleh masyarakat. Kedokteran/kesehatan karena manfaat dan keamanan masih diragukan/belum terbukti.
  • Mengiklankan susu formula dan zat adiktif
  • Mengiklankan obat keras, psikotropika dan narkotika kecuali dalam majalah/forum ilmiah kedokteranm
  • Memberi informasi kepada masyarakat dengan cara yang bersifat mendorong penggunaan jasa tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan
  • Mengiklankan promosi penjualan dalam bentuk apapun termasuk pemberian diskon, imbalan atas pelayanan kesehatan/menggunakan metode penjualan multi level marketing.
  • Memberi testimoni dalam bentuk iklan dan publikasi di media massa
  • Menggunakan gelar akademis/sebutan profesi di bidang kesehatan.

semoga fenomena dokter bintang iklan bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk memberikan sanksi tegas bukan hanya sang dokter saja melainkan juga perusahaaan memproduksi iklan, media atau biro iklan yang memuat iklan dan tak ketinggalan pemilik produk.

Artikel Bersangkutan: Berita » Demam Iklan BPJS effect

agar hal tersebut bisa tercapai tentu diperlukan kekompakan elemen dari kementrian kesehatan, Komisi penyiaran indonesia ( KPI ), Badan pengawas periklanan Persatuan perusahaan Periklanan indonesia ( BPP P3I) serta dukungan dari masyarakat dengan rajin melaporkan iklan – iklan yang bermasalah melalui website KPI.

Yang di Cari:

  • bintang iklan bpjs kesehatan
  • dokter selebriti yang sering jadi bintang iklan obat di tv
  • Iklan bpjs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *