Ingin Ambil JHT? ini Syaratnya

By | 22 Agustus 2015

Per 1 september 2015 bagi karyawan yang berhenti kerja atau terkena dampak PHK bisa mengambil JHT ( Jaminan Hari Tua) dengan membawa beberapa persyaratan berikut.
1. Membawa Kartu BPJS ketenagakerjaan Asli
2. Surat Pengunduran diri dari perusahaan tempa bekerja
3. Foto copy KTP dan Asli
4. Foto Copy Kartu KK yang masih berlaku
Pencairan bisa dilakukan setelah 1 bulan masa tunggu terhitung sejak tanggal pengunduran diri atau PHK
Sementara bagi peserta yang mencairkan JHT dikarenakan akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya dibayarkan secara tunai.
dengan melampirkan persyaratan berupa
1. Surat pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia,
2. Foto copy paspor
3. Foto Copi visa bagi tenaga kerja Warga Negara Indonesia.

Pengambilan JHT jika bisa di ambil oleh peserta yang masih aktif bekerja dengan catatan masa kepesertaan minimal sepuluh tahun.
Jumlah JHT yang dapat diambil paling banyak 30% dari jumlah JHT yang peruntukkan untuk kepemilikan rumah atau paling banyak 10% untuk keperluan lain.

Silahkan pantau website kami untuk update terbaru ,perubahan-perubahan peraturan perihal program pemerintah BPJS

Yang di Cari:

  • pencairan bpjs online
  • syarat pengambilan jht
  • pencairan jht online
  • cara pengambilan jht online
  • pengambilan bpjs online
  • cara pencairan JHT online
  • daftar pencairan bpjs online
  • cara mencairkan jht online
  • pengambilan jht online
  • cara mengambil bpjs online
  • syarat mengambil bpjs ketenagakerjaan
  • cara
  • cara mengambil jht online
  • cara pengambilan bpjs ketenagakerjaan online
  • cara daftar pencairan bpjs online
  • cara pencairan bpjs secara online
  • cara ambil jht online
  • cara mengambil jht
  • daftar pencairan BPJS
  • cara ambil bpjs online

2 thoughts on “Ingin Ambil JHT? ini Syaratnya

  1. Alvin

    Pengambilan JHT untuk yg sudah resign per 2014 dan belum ambil JHT apakah bisa diambil semua?dan masuk kriteria mana?

    Reply
  2. Yoga

    Faskes klinik Diana Permata Medika, Tangerang. Pelayanan staf adm, kasir, dan apoteker baik. Hanya saja kali ini saya kecewa dengan pelayanan dokter.. Khususnya dr. Samsul bahri. Tidak diberi kesempatan bertanya atau konsultasi.. Hanya bertanya keluhan dan langsung tulis resep tanpa ada pemeriksaan serius. Setiap berusaha bertanya selalu direspon dengan tertawa melecehkan dan ingin cepat2 mengakhiri sesi. Padahal sebagai pasien awam saya berhak mendapat info dari beliau yang sudah banyak ilmunya. Yang kedua saat meminta surat dokter beliau tidak mau berikan.. Padahal kondisi saya pada saat itu tidak memungkinkan untuk bekerja. Selain dari penyakit itu sendiri dan efek samping obat. Alasanya untuk penyakit ini tidak bisa pake surat. Saya terkena herpes diwajah sebelah kiri.. Hampir seperempat wajah. Apakah manusiawi dengan kondisi seperti itu seseorang tidak bisa ijin untuk bekerja?, selain itu efek samping obat yg membuat diare sangat mengganggu aktivitas. Padahal dalam pemeriksasn sebelumnya (saya lupa nama dokter yg menangani saat itu) justru saya ditawarkan tapi saya menolak karena merasa masih sanggup. Apakah ini hanya dialami oleh saya atau sebagian besar padien bpjs yang lain di faskes yang lain?. Apakah sebagian besar dokter yang melayani pasien bpjs bersikap merendahkan seperti itu?. Sungguh sia-sia ilmu yang kau miliki wahai dokter.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *