Kartu BPJS Kesehatan Tidak Berguna Saat Dibutuhkan terupdate 2020

Diposting pada

Banyaknya cerita pilu mengenai pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan membuat citra negatif dimasyarakat pada kinerja pegawai kesehatan khususnya pegawai kesehatan pemerintah termasuk Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Yang terbaru adalah cerita mengenai pasien BPJS Kesehatan yang meninggal akibat ditolak oleh beberapa Rumah Sakit terkait sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir karena, terlambat dalam penanganan pasien. Seringnya pasien yang sudah terlanjur sakit parah dan membutuhkan penanganan secara cepat menjadi terbengkalai dan kehabisan waktu akibat prosedur birokrasi yang membingungkan menurut sebagian masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang paham mengenai penggunaan kartu BPJS kesehatan tersebut. Masyarakat pada umunya berpikir kartu BPJS kesehatan mereka adalah kartu “sakti” yang dapat digunakan di RS manapun dan kapanpun dibutuhkan.

Dan pada saat masyarakat menggunakan kartu tersebut tanpa pemahaman prosedur akhirnya yang terjadi adalah anggapan bahwa kartu BPJS Kesehatan tidak berguna sama sekali meskipun mereka telah rajin membayar iuran. Karena, pada akhirnya mereka harus tetap membayar dan terdaftar jadi pasien umum jika ingin penanganan cepat. Jadi, siapakah yang harus disalahkan dan harus membenahi diri dalam hal ini?

Daripada sibuk menyalahkan ada baiknya kita mulai peduli sebelum terlambat dan jangan menunggu sampai kita atau keluarga sakit barulah sibuk dan panik. Berikut beberapa hal yang harus dipahami dan dipersiapkan untuk kesiagaan kita dalam keadaan darurat.

  1. Siapkan kartu BPJS Kesehatan anda dan keluarga di tempat yang mudah diingat misalnya, di dompet ,di atas meja, atau di dalam lemari. Ada baiknya setiap anggota keluarga tahu dimana letak kartu BPJS Kesehatan disimpan agar saat darurat semua sudah lengkap. Selain kartu BPJS ada dokumen lain yang baiknya disertakan yaitu,foto copy kartu BPJS,foto copy KTP,foto copy Kartu Keluarga . Memang terdengar sepele tapi hal ini sulit dilakukan.
  2. Saat pasien sakit segeralah dibawa ke puskesmas, klinik atau dokter keluarga sesuai yang tercantum di artu BPJS Kesehatan anda. Disini akan diputuskan apakah pasien perlu penanganan lanjutan akibat keterbatasan perlatan ataupun ketidaksanggupan penanganan pasien. Untuk selanjutnya diberikan surat rujukan ke Rumah Sakit yang di tunjuk. Dan ingat sepanik apapun anda jangan lupa membawa surat rujukan tersebut.
  3. Kondisi pasien yang dalam keadaan darurat seperti kecelakaan, kejang, stroke, jantung dan kondisi lain yang dapat menyebabkan kematian atau cacat dapat langsung dibawa ke Rumah Sakit. Biasanya disinilah kealahpahaman banyak terjadi, misalnya saat di bawa langsung ke UGD dan rumah sakit yang bersangkutan telah penuh atau melebihi kapasitas maka alasan ini akan jadi boomerang untuk RS bersangkutan akibat dianggap sebagai penolakan. Disatu sisi memang Rumah Sakit memilki keterbatasan namun, ada baiknya RS tersebut menyiapkan penanganan dari resiko tersebut agar hal ini dapat dihindari.Pada dasarnya yang dirugikan adalah pasien itu sendiri dan hal ini tidak dapat dianggap sepele karena menyangkut nyawa manusia.
  4. Dan yang terakhir saat semua dokumen dan prosedur telah kita jalankan sesuai aturan yang berlaku namun,masih ada penyimpangan-penyimpangan lain seperti penanganan yang lama dan berbelit maka jangan ragu untuk komplain dan mengambil gambar/foto oknum-oknum yang melakukan penyimpangan tersebut. Dan perlu diingat hal ini jangan digunakan untuk kepentingan pribadi seperti , meminta dipindahkan dari perawatan kelas II ke kelas I atau VVIP dengan gratis karena, perpindahan perawatan kelas tersebut tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Dan ada pula beberapa jenis obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa penangan BPJS Kesehatan masih memiliki kekurangan. Jangan berharap pelayanan BPJS bisa lebih dari asuransi yang di kelola oleh swasta karena, iuran yang dibayarkan jelas berbeda jauh. Dan untuk itu kita harus lebih bijak dan memahami jelas prosedur dalam penggunaan kartu BPJS Kesehatan jangan sampai kartu BPJS tersebut tidak berguna saat dibutuhkan.

One thought on “Kartu BPJS Kesehatan Tidak Berguna Saat Dibutuhkan

Tinggalkan Balasan