Kelangkaan Obat karena E-katalog ?

By | 22 Oktober 2017

Kelangkaan obat minsel

Ilustrasi kelangkaan obat minsel

Sebuah kabar tidak sedap datang dari daerah manado tepatnya minahasa selatan, dimana saudara – saudara kita yang tinggal di sana mengeluhkan atas minimnya ketersediaan obat -obatan di rumah sakit dan puskesmas.

Bila keadaan tersebut dibiarkan terjadi berlarut – larut tentu hadirnya kartu BPJS Kesehatan masih dianggap percuma jika masyarakat harus membeli obat diluar BPJS.

Kadis Kesehatan minahasa selatan tidak menampik adanya kejadian kelangkaan obat tersebut seperti dalam kutipan yang kami rangkum dari halaman tribunnews.com

“Keadaan tersebut memang terjadi menurut versi dewan, karena faktor pengadaan terlambat pada sistem e-katalog,” kata tarnie paruntu.

Menurutnya dinas kesehatan sama sekali tidak tau perihal obat – obatan apa yang sudah masuk sehingga perlu adanya evaluasi terhadap sistem E-katalog agar diberikan batas waktu.

ads


Artikel Terkait (Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan)

Bahkan secara tegas tarnie menyatakan jika sistem E-katalog membuat minisel kekurangan obat.

Bahkan menurutnya obat tidak masuk bahkan menjelang akhir tahun tidak masuk juga.

“Solusinya yang dilakukan ialah pengajuan obat secara manual selama tidak melanggar aturan,” pungkas Kadis Dinkes Ternie Paruntu.


Menurut BPJS Online E-katalog sistem di buat sebagai kontrol untuk pengadaan obat – obatan agar tidak terjadi kecurangan oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan.

Apabila sistem tersebut dalam perjalanannya mendapati sebuah kendala , atau menimbulkan masalah baru perlu segera di cari solusinya tentu bagaimana agar pengadàan obat – obatan tetap berjalan dengan lancar namun tetap terhindar dari praktik – praktik curang.

Solusi yang di hasilkan jangan hanya lancar untuk pengadaan obat di kota saja melainkan juga perlu di perhatikan bagi daerah – daerah pedalaman yang jalur distribusinya perlu waktu berminggu – minggu.

Ini menjadi PR bersama BPJS Kesehatan dan Dinas Terkait , sudah 4 tahun berjalan masak distribusi obat masih menjadi hambatan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *