Kembali viral Rumah Sakit BPJS Tak Antar Pasien Meninggal

By | 21 September 2017

Bayi pasien bpjs tak di antar ambulance

Jenazah bayi pasien bpjs

Dunia digital memang menjadi alat yang sangat mudah dan murah dalam menyebarkan sebuah informasi , belum habis rasanya ingatan kita atas kabar seorang bayi bernama debora di tolak beberapa RS yang berujung kematian.

Dan kali ini kembali sebuah kabar viral berawal dari sebuah postingan dimedia sosial menambah deretan panjang citra buruk BPJS Kesehatan,

Seolah tak peduli, dan tanpa perlu tau kronologi sesungguhnya bagaimana warganetpun kembali mengungkapkan kekesalan mereka terhadap lembaga JKN-KIS BPJS Kesehatan.

Kali ini seorang ibu kedapatan menggendong bayinya yang sudah meninggal menggunakan angkutan umum.

Menurutnya seperti yang BPJS Online kutip dari akun instagram seputar_lampung sbb


Artikel Terkait (Demi TKI BPJS Ketenagakerjaan Diminta Buka Perwakilan di Luar Negri)

Seorang ibu asal Kotabumi, Lampung Utara, terisak di dalam angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa sembari menggendong mayat putrinya yang baru saja meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung, Rabu (20/9/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB. . Tidak banyak keterangan yang bisa dikorek dari si ibu karena beliau sedang berduka dan terus menangis. Ia hanya bilang putrinya masih berumur sekitar 1 bulan, meninggal setelah operasi. . Sayangnya, pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkannya menggunakan ambulans, tanpa alasan yang jelas. . “Saya terpaksa menggendong sendiri jenazah putri kami dan pulang dengan angkutan umum karena pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkan dengan ambulans,” ujar ibu tersebut, menolak menyebutkan namanya. . Ibu itu menduga, kemungkinan dirinya tidak mendapat layanan ambulans karena sang putri hanya berobat menggunakan fasilitas BPJS. . Benarkah pasien BPJS tidak berhak mendapat layanan ambulans? Atau seperti apa prosedur mendapatkan layanan ambulans dari RSUAM? (tanya lho, ya…) 

ads


Seorang ibu asal Kotabumi, Lampung Utara, terisak di dalam angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa sembari menggendong mayat putrinya yang baru saja meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung, Rabu (20/9/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB. . Tidak banyak keterangan yang bisa dikorek dari si ibu karena beliau sedang berduka dan terus menangis. Ia hanya bilang putrinya masih berumur sekitar 1 bulan, meninggal setelah operasi. . Sayangnya, pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkannya menggunakan ambulans, tanpa alasan yang jelas. . “Saya terpaksa menggendong sendiri jenazah putri kami dan pulang dengan angkutan umum karena pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkan dengan ambulans,” ujar ibu tersebut, menolak menyebutkan namanya. . Ibu itu menduga, kemungkinan dirinya tidak mendapat layanan ambulans karena sang putri hanya berobat menggunakan fasilitas BPJS. . Benarkah pasien BPJS tidak berhak mendapat layanan ambulans? Atau seperti apa prosedur mendapatkan layanan ambulans dari RSUAM? (tanya lho, ya…) . #seputarlampung #lampung #bandarlampung #lampungselatan #pesawaran #pringsewu #tanggamus #lampungbarat #pesisirbarat #lampungtengah #metro #lampungtimur #lampungutara #waykanan #tulangbawang #tulangbawangbarat #mesuji #pasien #bpjs #terlantar #tidak #dapat #fasilitas #ambulans

A post shared by Lampung Banget (@seputar_lampung) on



Sementara itu pihak rumah sakit sendiri membantah tudingan yang dilontarkan kebanyakan warganet.
Berikut keterangan RSUD Abdul Moeloek lampung melalui DIRUT pelayanan Dr.Pad Dilangga.

“Sesuai standar operasional prosedur (SOP), setiap pasien meninggal disediakan ambulans untuk mengantar ke rumah duka,” kata Pad lewat rilisnya, Kamis (21/9/2017).

Menurut petugas ambulan yang bertugas kala itu didapati data yang belum pas sehingga petugas meminta ibu menunggu untuk membetulkan data tersebut.

Mungkin tidak sabar ibu itu lantas pergi membawa jenasah bayinya menggunakan angkutan umun.

“Siapa pun yang harus pulang dari RSUD AM harus tertib administrasi. Mungkin keluarga kurang sabar menunggu,” jelas Pad Dilangga.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *