Kini BPJS Kesehatan tidak menanggung Obat Kanker Kolorektal

By | 22 Februari 2019


Sebuah kabar dari Kementerian Kesehatan bahwasanya obat bagi para penderita kanker usus besar atau kangker colorectal yang biasanya menggunakan bevacizumab dan cetuximab kini tidak lagi dijamin oleh BPJS Kesehatan


“Hal ini tentu akan memberatkan pasien yang sedang melakukan pengobatan. Terutama yang terkena kanker kolorektal stadium lanjut,” kata Dede seperti yang BPJS Online lansir dari halaman Tirto, Rabu (20/2/2019).

ads

Hal ini tentu saja mendapatkan respon langsung dari ketua komisi DPR RI Komisi IX bapak dede Yusuf macan Effendi yang mana BPJS Kesehatan akan merugikan peserta bila harus menanggung biaya kedua obat tersebut

Menurut dede Yusuf apabila keputusan tersebut sebagai langkah penghematan yang di lakukan BPJS, maka semestinya kementerian Kesehatan menerapkan solusi alternatif lainnya ketimbang harus mengeluarkan kedua obat tersebut dari list formularium nasional.

Contoh saja bisa dengan cara biaya atau coordination of benefit.


Terkait hal ini tentu saja komisi IX akan memanggil Kemenkes untuk membicarakan masalah ini lebih serius dan rencananya akan dilaksanakan setelah reses 3 Maret nanti.


Artikel Terkait ([video] Cara Mengetahui status BPJS Aktif atau tidak)

Sementara itu ketika dijumpai para awak media kepala Biro hukum dan organisasi Kemenkes bapak sundoyo mengklaim bahwa keputusan tersebut sudah melalui tahapan-tahapan dan kajian lebih lanjut menurutnya bevacizumab tidak efektif untuk pengobatan sementara cetuximab hanya efektif dalam saat tertentu saja.

Namun pendapat Sundoyo tersebut di tampik oleh sekretaris jenderal perhimpunan dokter spesialis bedah digestif Indonesia A Hamid R dan menuntutnya kemenkes harus memberikan penjelasan terkait alternatif dari obat yang di coret dari Formularium tersebut.

Masih menurut Hamid dalam kanker rectal terdapat zat-zat yang bila tidak ditangani dengan segera akan menyebar ke dalam tubuh dan tentu akan dikalahkan dengan target terapi.

Senada dengan hamid ditemui secara terpisah koordinator advokasi BPJS watch timboel Siregar menilai jika keputusan penghapusan kedua jenis obat kanker usus merupakan kegagalan Pemerintah dalam mengatasi defisit keuangan BPJS Kesehatan.

nah sobat BPJS Kesehatan di tengah pro dan kontra terkait kebijakan tersebut langkah baiknya mari kita lebih menjaga kesehatan agar di jauhkan dari penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *