Kisah Ibu Echa Melahirkan Cesar Pakai BPJS Kesehatan

By | 6 Januari 2017

ads


Seorang ibu rumah tangga sekaligus blogger ini mengisahkan pengalamannya melahirkan cesar pakai BPJS Kesehatan , Echa yang biasa di sebut namanya ini mengisahkan secara detail bagaimana ia menjalani proses persalinannya dengan berbekal kartu BPJS Kesehatan.

Melalui ini BPJS Online mohon ijin posting ulang kisah beliau untuk di bagi keseluruh pengunjung BPJS Online untuk menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi ibu serta calon ibu lainnya untuk tidak perlu khawatir lagi melahirkan dengan biaya yang mahal karena ada BPJS.

Semoga ibu Echa Berkenan pengalamannya kami repost disini dan perlu sahabat BPJS ketahui ibu dengan 2 orang anak ini merupakan seorang survivor kanker getah bening dan saraf kejepit. beliau menceriterakan kesehariannya bagaimana harus berjuang melawan penyakit mematikan di tuangkan dalam blog yang beralamat di  www.echaimutenan.com

semoga ibu echa senantiasa deberikan kekuatan dan di berikan kesembuhan oleh alloh amin.

Ibu Echa melahirkan cesar pakai BPJS kesehatan

Ibu Echa melahirkan cesar pakai BPJS kesehatan

Pengalaman Melahirkan Cesar dengan BPJS Kesehatan

Pengalaman Melahirkan Cesar dengan BPJS Kesehatan. Seperti yang saya bilang dipostingan prose ssaat melahirkan Raffa, biaya melahirkan cesar kali ini ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan disaat-saat detik terakhir harus operasi cesar. Iya saya melahirkan bayi dengan operasi cesar secara gratis. Alhamdulillah.

Saya juga melakukan operasi Cesar tanpa harus ke Faskes 1 karena kondisi bayi melintang. Jadi ini kasusnya, bayi harus dilahirkan cesar tanpa rujukan ke faskes terlebih dahulu karena kondisi kehamilan. Bisa? Bisalah! Saya buktinya!

Tapi sebelumnya, mari kita runut dulu cara menggunakan BPJS Kesehatan untuk kehamilan dan melahirkan. Sebenarnya gampang, yang penting kita punya kartu BPJS Kesehatan terlebih dahulu. Setelah itu jangan lupa untuk bayar setiap bulan jangan sampai telat, biar bisa digunakan terus :D.
Yang harus kita datangi terlebih dahulu adalah faskes 1, bila diperlukan maka kita akan dirujuk ke RS terdekat diwilayahnya. Kalau kondisi sehat-sehat saja dan kira-kira bisa melahirkan normal, maka akan tetap difaskes 1 lahirannya. Faskes 1 itu bisa berupa klinik atau puskesmas ya jadi tergantung tempatnya. Kalau untuk periksa kehamilan juga gratis di faskes 1 atau klinik kok.
Perlu diingat, untuk lahiran cesar pakai BPJS memang harus ke RS rujukan. Dan itu pun harus ada kondisi medis kehamilan kenapa harus cesar. Misalnya pecah ketuban, sungsang, gawat janin, pendarahan terlalu banyak dll. Jadi kalau kita ujug-ujug pengen cesar karena pengen atau milih tanggal cantik itu akan sulit dilakukan, yang ada mah bayar sendiri (atau asuransi) hehehe.
Selain itu untuk kondisi tertentu, kita bisa langsung ke RS terdekat tanpa harus ke Faskes 1 seperti kasus lahiran saya. Kebetulan kehamilan saya itu sungsang dan bayi harus segera dilahirkan karena sudah lewat masa HPL. Bisa langsung datang ke RS untuk operasi cesar. Catet ya! Jadi dalam kondisi tertentu kita bisa menggunakan fasilitas melahirkan operasi cesar pakai BPJS Kesehatan tanpa rujukan.
Untuk cesar, persyaratan yang harus dilengkapi standar saja. Fotokopi kartu BPJS istri, fotokopi ktp suami istri, fotokopi kartu keluarga dan surat rujukan Faskes 1. Eh iya, ada juga yang minta buku nikahjadi dipersiapkan saja foto kopinya. Udah itu saja. Jangan lupa fotokopi semua administrasi tadi yang banyaaaaak, karena pasti dibutuhkan lagi.
Untuk perlakuan antara pasien BPJS dan Non BPJS saat operasi sebenarnya hampir sama. Kalau dari hasil ngobrol sama dokter kandungan saya sih katanya beda kualitas benang dan obat-obatan. Makanya, saya diberi obat penahan nyeri lagi untuk dibeli diluar obat BPJS sama dokter. Tidak mahal kok waktu itu 70ribu apa ya? Karena obat-obatan yang ditanggung BPJS sudah habis, kasihan kata dokter saya wkwkkw.
Yang saya rasakan perbedaannya adalah paket persalinan yang didapat oleh pasien BPJS dan Non BPJS.Karena kebetulan saya melahirkan di RS yang sama dengan saat melahirkan Raffi jadi kelihatan bedanya :D. Tapi tambahan itu bisa kita bayar sendiri dan tidak mahal, seperti pijat payudara (biasanya setelah melahirkan diruang perawatan ada yang pijat payudara gitu biar lancar) dan souvenir lahiran (meliputi frame foto pertama bayi dan kado lahiran yang saya lihat seadanya :v sampel gitu yang dikasih xD). Kalau lainnya sama kok, mulai dari lamanya pasien dirumah sakit, perlakuan suster dokter, wadah ari2 dan fasilitas kamar ^^.
Saat di RS juga, pagi melahirkan siangnya surat kelahiran bayi sudah diberikan pada saya agar bayinya dibuatkan kartu BPJS juga hari itu. Dan kartu BPJS Raffa pun langsung jadi dengan nama bayi Ny Echaimut. Masih pakai bayi nyonya karena belum masih kartu keluarga. Sebenarnya pembuatan kartu BPJS untuk bayi dalam kandungan sudah bisa dilakukan tanpa harus menunggu lahiran, karena untuk jaga-jaga semisal bayi harus disinar atau dirawat di RS.
Pasca lahiran, ibu gratis sekali kontrol untuk periksa jahitan operasi cesar ke dokter RS. Inget, cuma sekali loh ya! Biasanya kudu 2 kali paling tidak periksa :D. Jadi sisanya bayar dewe :v. Nah, sedangkan untuk bayi, harusnya Raffa itu dapat paket untuk imunisasi Hep B 1 dan Polio 0 untuk bayi lahiran. Tapi ternyata pas Raffa mau kontrol, RS-nya tidak mau harus pakai rujukan faskes 1 dulu  :v. Kecuali waktu pasca melahirkan, bayinya disinar atau masuk NICU gitu bisa di RS. Kalau bayinya sehat-sehat saja mah gak bisa. Apalagi kedokter cuma gara-gara biang keringat pada bayi ya tetap kudu ke faskes 1 dulu mau gak mau. Ya sudah, akhirnya Raffa diimunisasi di faskes 1 dan posyandu saja dah :D.
Oh iya, setiap kontrol jangan lupa untuk fotokopi semua kk, kartu BPJS dan ktp ya. Soalnya setiap ada apa gitu selalu diminta lagi fotokopiannya. Makanya, saran saya diatas jangan lupa difotokopi yang banyak biar tidak bolak balik atau riweh cari fotokopi :D.
Biaya yang saya keluarkan untuk melahirkan cesar  dengan menggunakan BPJS Kesehatan ini gratis tis tis. Cuma sayangnya saya tidak diberi rincian biaya, jadi suami dikasir RS cuma tanda-tangan saja. Tapi ya sudah namanya juga gratis ya boook!!!. Iyain aja deh biar cepet, yang penting ibu anak sehat. Alhamdulillah :”)

Saran saya, buat ibu hamil dan mau lahiran jangan lupa untuk bikin BPJS Kesehatan. Soalnya penting banget. Tadinya saya sendiri mau pakai jatah kantor, tapi ternyata saya punya BPJS Kesehatan akhirnya lebih memilih pakai BPJS dari pada asuransi kantor yang ternyata plafonnya tidak mengcover biaya lahiran cesar semua. Kalau tidak salah biaya lahiran cesar saya ini sekitar 13-15 jutaan untuk kelas 2, dan alhamdulillah gratis. Thankies ya BPJS Kesehatan.

ads


Artikel Terkait (Sebarkan ! Prosedur Melahirkan Pakai BPJS Kesehatan)
Kisah kami penggal sampai disini simak kelanjutannya di bloggnya langsung ya..
Editor:
Kisah ini secara reel di tulis oleh seorang ibu peserta BPJS kesehatan tentu secara jujur tanpa di tutup – tutupi bagaimana baik buruknya melahirkan cesar pakai BPJS Kesehatan  semoga kisahnya memberi manfaat bagi kita semua.

Yang di Cari:

  • DAFTAR PENGAMBILAN UANG JAMSOSTEK
  • pengalaman melahirkan dengan bpjs
  • lahiran secar pakai bpjs apakah anak perlu dibuatkan bpjs
  • www bpjs keter
  • apakah kartu bpjs di bagikan oleh rt setempat atau bisa membuatnya sendiri
  • benang apakah yang digunakan untuk operasi caesar bpjs
  • biang keringat ditanggung bpjs ga
  • bpjs calon bayi th 2017 kok belum aktif d bank
  • cantik itu ga pakai bpjs
  • cara menggunakan bpjs untuk periksa kehamilan

Ads

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *