Menkes Blak – blakan BPJS Kesehatan Masih Defisit

By | 10 Agustus 2017

Nila farid moeloek bpjs kesehatan

Nila farid moeloek

Seperti yang sudah di prediksi oleh para ahli tahun ini BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga 9 trilliun.

Bahkan setiap tahunnya di prediksi akan terus meningkat. Menteri kesehatan sendiri secara terang – terangan meyatakan jika defisit sebesar 9T lantaran 80% peserta BPJS kesehatan merupakan mereka yang sakit.

“Betul BPJS Kesehatan selalu defisit dan tahun ini mencapai Rp9 triliun karena semuanya kuratif dan menunjukan 80 persen peserta sakit,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat menghadiri diskusi Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Jambi, di Jambi, seperti yang BPJS Online lansir dari halaman antara

ads

Secara detail beliau menjelaskan jika pengeluaran terbesar BPJS Kesehatan selama ini untuk tindakan kuratif penyakit jantung sebanyak 1 juta orang dengan biaya mencapai 6,9 T dan untuk jenis penyakit gagal ginjal menggunakan dana hampir 2,5 trilliun.

Seperti yang diketahui bersama 30% dari hasil pengumpulan iuran habis di alokasikan untuk biaya kuratif penyakit yang tidak menular. Ini tentu perlu di dukung kesadaran masyarakat untuk mengubah kebiasaan hidup yang tidak sehat.


Artikel Terkait (Pendaftaran BPJS karyawan (Pekerja Penerima Upah))

“Jadi penyakit tidak menular seperti itu meningkat sekali, sehingga saat ini kita harus mengubah perilaku untuk gerakan masyarakat sehat yang dimulai dari pendekatan keluarga,” katanya menjabarkan.


JKN yang mulai beroperasi sejak tahun 2014 terlalu fokus terhadap tindakan kuratif saja tidak berfikir bagaimana mencegahnya tidak ada upaya edukasi bagaimana hidup sehat.

“Sebelumnya siapa yang mau menjaga kesehatan kita, karena dulu semuanya kuratif dan tidak ada prefentif promotif untuk gerakan masyarakat sehat,” kata Menteri.

Maka dari itu semenjak kemenkes di bawah komandonya lebih serius untuk mengkapanyekan (promotif) bagaimana menjaga pola hidup sehat.

“Ayo mari menggerakkan hidup sehat dengan pendekatan keluarga, jadi gerakan masyarakat hidup sehat ini yang harus diteruskan sehingga perubahan prilaku paradigma sehat terus ada,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *