Menkeu: Alami Defisit dalam Tubuh BPJS Kesehatan Perlu di Perbaiki

By | 8 November 2017

srimulyani

srimulyani

Menteri Keuangan Kabinet Joko widodo ibu Sri Mulyani kembali menyampaikan pendapatnya soal masih defisitnya dana BPJS Kesehatan.

Di tengah bergulirnya wacana pemerintah memanfaatkan cukai rokok mantan karyawan bank dunia ini memiliki pandangan lain.

Bahwasannya BPJS Kesehatan perlu di perbaiki tata kelolanya agar bisa mengurangi defisitnya. Menurutnya konsep Universal Health Coverage ialah negara memberikan jaminan kesehatan keseluruh penduduk indonesia tanpa terkecuali.

“Masyarakat yang mampu akan membayar dan yang tidak mampu dibayar oleh pemerintah,” ujarnya saat konferensi pers mengenai defisit BPJS Kesehatan, di Jakarta, Senin (6/11) seperti yang bpjs online lansir dari republika.com


Menurutnya perlu di buat mekanisme iuran yang di bayarkan oleh pemerintah bagi warga yang tidak mampu atau yang selama ini kita masukkan dalam golongan PBI ( Penerima bantuan Iuran ) , di anggarkan ke dalam APBN. Sementara terkait defisit beliau menilaiĀ tata kelola di dalam tubuh BPJS Kesehatan dan efisiensi yang bisa diperbaiki.


Artikel Terkait (Kasihan , Tak punya Ektp Tak Mendapat BPJS)

Pembenahan itu meliputi tata kelola BPJS Kesehatan itu sendiri , fraud atau kecurangan – kecuranagan juga kerjasama antara lembaga BPJS dengan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit maupun Puskesmas.
Apabila hal – hal ini sudah benar- benar dilakukan namun masih tetap defisit maka masyarakatpun akan memahami jika harus ada kenaikan iuran, karena pemerintah sudah maksimal dalam menekan defisit melalui kontrol internal.

ads

Yang di Cari:

  • cara ambil nomor antrian bpjs online
  • daftar antrian online bpjs ketenagakerjaan
  • Bpjs onlen tk
  • kantor bpjs pencairan
  • kantor bpjs tk cimahi penuh
  • registrasi antrian bpjs tk cimahi com
  • system antrian online peserta bpjs ketenagakerjaan bintaro
  • Www Bpjs ketenagakerjaan onlen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *