Ngeri ! Aturan Baru Denda BPJS Kesehatan

By | 17 Maret 2016

denda bpjs kesehatan

denda bpjs kesehatan

Mulai sekarang jangan lagi terlambat bayar iuran BPJS Kesehatan, Jika tidak mau kena denda bpjs kesehatan PULUHAN JUTA , kenapa karena sesuai peraturan terbaru Perpres Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan dalam layanan dan juga penyesuaian iuran peserta BPJS Kesehatan.

Yang mana di dalam peraturan terbaru tersebut di jelaskan juga perihal denda bagi mereka yang terlambat membayar iuran. Hal ini seperti yang disampaikan kepala humas BPJS Kesehatan irfan humaidi seperti yang bpjs online lansir dari halaman kompas yang menjelaskan perihal denda keterlambatan pembayaran iuran tertuang dalam pasal 17 peraturan presiden tersebut.

“Denda mengenai keterlambatan pembayaran iuran ada di Pasal 17 Perpres,”ungkap Irfan ketika ditemui para awak media di RS Kanker Dharmais, Rabu (16/3/2016).

Baca Lagi: Berita » BPJS Kesehatan » 1  April Iuran BPJS Naik !

Terlambat bayar langsung kena denda BPJS Kesehatan

Jika dalam peraturan sebelumnya peserta masih bisa memperoleh pelayanan meski sudah menunggak sebulan bahkan 3 bulan , namun kini tidak bisa lagi keterlambatan bayar lewat dari tanggal 10 langsung penjaminan peserta dihentikan sementara.


Artikel Terkait (Lowongan BPJS Ketenagakerjaan Maret 2016)

Dan yang paling ngeri meskipun kita sudah membayar tunggakan dan kepesertaan aktif selama 45 hari kedepan dari masa aktif tersebut jika peserta dalam keadaan dirawat maka peserta harus menanggung biaya sebesar 2.5 % dari total biaya yang dikenakan pihak RS untuk dibayar peserta kepada BPJS Kesehatan.

ads

Contoh kasus sebut saja Bunga telah terlambat selama 5 hari belum membayar iuran BPJS Kesehatan tehitung tanggal 21 ia dirawat baik di Faskes Tk1 atau RS , karena bunga perlu perawatan lantas tanggal 21 tersebut bunga melunasi iuran BPJS Kesehatan.

Meski sudah melunasi dan kepesertaan aktif selama 45 hari kedepan biaya perawatan yang diperoleh bunga 2.5% menjadi tanggungan Bunga sebagai denda dari BPJS Kesehatan.

Bayangkan jika  bunga sakit harus memperoleh perawatan dengan biaya 50 Juta , maka yang harus bunga tanggung  50.000.000 x 2.5% =     1.250.000


Kalo ternyata bunga menerima perawatan 100juta ??

namun dalam peraturan tersebut juga dijelaskan jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan, dan jumlah denda yang akan dibebankan ke peserta paling tinggi adalah Rp 30 juta.

Dan bagi peserta yang tidak mampu bisa di bebaskan dari denda jika bisa menunjukkan  surat keterangan dari instansi yang berwenang.
Sementara itu, ketentuan pemberhentian sementara penjaminan peserta dan pengenaan denda tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2016 mendatang.

Jangan sampai telat bayar iuran ya daripada kena denda bpjs kesehatan

Yang di Cari:

  • aturan baru bpjs
  • peraturan bpjs
  • aturan bpjs
  • Peraturan baru bpjs
  • ketentuan BPJS
  • peraturan bpjs terbaru
  • peraturan bpjs kesehatan
  • peraturan baru bpjs kesehatan
  • aturan bpjs kesehatan
  • aturan baru bpjs kesehatan

7 thoughts on “Ngeri ! Aturan Baru Denda BPJS Kesehatan

  1. andri

    semakin lama semakin banyak biaya yang ditanggung masyarakat, akhirnya semuanya ditanggung sendiri….

    Reply
  2. Faizal

    Salam,
    Saya ingin tanya apakah bpjs kesehatan tidak bisa di gunakan pada hari minggu?
    Ini saya alami sendiri pada hari minggu tanggal 27maret2016, mengantarkan anak saya sakit di klinik kota pasuruan yg di tunjuk dikartu bpjs,di tolak dengan alasan kantor bpjs nya hari minggu tutup. Wah gimana ini ..masak hrs nunggu hari senin keburu tambah parah sakit nya..
    Mohon solusi dan perhatiannya..
    Terimakasih

    Reply
    1. Abdul

      Sudah sering terjadi mas. Hari biasa pun terkadang ada alasan komputer error, tidak bisa diverifikasi sehingga pasien disuruh pulang, kembali lagi esok harinya atau lusa.
      Nyawa pasien dianggap mainan.

      Reply
  3. ranu

    tolong di cek lagi informasi yang anda tulis…
    saya cek ke bpjs 021-500400..tidak ada masa aktif 45 hari ke depan
    denda 2,5 % yang di maksud adalah dari iuran bukan jumlah tanggungan rumah sakit
    terimakasih mohon maaf kalau ada kesahlahan

    Reply
  4. Noor isnaini

    Jika sdh terdaftar sbg peserta askes apakah sdh otomatis jd peserta bpjs atau harus mendaftar lg utk bpjs nya?

    Reply
  5. Abdul

    Sudah rahasia umum kalau pasien peserta BPJS kesehatan sedikit sekali yang mendapat perawatan layak di RS. Perawat selalu menawarkan kamar untuk pasien berbayar tapi untuk pasien BPJS selalu dibilang kuota kamar habis/penuh.
    Jadi untuk apa sebenarnya bayar iuran BPJS ini? Hanya bagai pajak tambahan kepada masyarakat dan ladang bancakan oknum2 pejabat BPJS saja.

    Reply
  6. peter

    ngga masalah mau naik kek mau apa kek…. tp ngga selamanya warga diancam ancam terus dengan kenaikan lah penalty lah… ini sifatnya kesehatan (saja) untuk BPJS kesehatan tertunya. Bagaimana jika dalam setahun ternyata kita ngga pakai fasilitas BPJS karena (alhamdulillah) sehat ? beranikah pihak BPJS memberikan reward kpd pembayar setia ??? jangan diancam ancam melulu….. rewardpun perlu… telat diancam ini diancam…. kita tinggal di Indonesia yang (ngga usa nutup mata) semua serba gak jelas…. bagus kok mau memperjelas semua biar transparant… saya setuju banget… tapi kl terlalu (sok) keras…. gak akan jalan…. ingat loh kita ini yg BAYAR…. kalo mau benahi…. benahi dulu yang KITA BAYAR, yaitu orang orang seputaran BPJS…. mereka kerja becus, profesional… otomatis rakyat akan terbentuk dengan sendirinya untuk tertib…. saya sudah ke kantor BPJS artha gading…. betapa kasihan liat orang orang yg ngurus BPJS yang gak ngerti apa apa harus ngikut arus bayar di indomaret….???? kasian mereka apalagi ibu ibu yang sudah tua renta. siapin dong kasir yang profesional, andal dan cepat !!! jam 12 teng istirahat makan siang… eh jam 1 istirahat makan siang lagi, saya tanya kok istirahat lagi ? petugasnya ngomong “itu tadi bagian daftar… sekarang bagian pengambilan kartu” padahal, dr jam 12 semuanya uda pada ngilang !!! warga lagi nih yang harus dibenahi dan dicecer mlulu ??? turunlah ke lapangan biar melek……. ayolah kita SALING… SALING apa ya terserah aja…. saling berlomba tertib ya hayoooo… saling berlomba “ehem…” ya emang uda biasa….. salam DAMAI

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *