Ohh..! Ini tho Penyebab RS enggan Kerjasama dengan BPJS

By | 19 Oktober 2017

Rs canggih

Rs canggih

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 257juta jiwa memang sangat rentan sekali terhadap masalah – masalah sosial, oleh sebab itu jika pemerintah tidak serius menanganinya utamanya bidang kesehatan indonesia akan menjadi sorotan dunia.

JKN sebagai induk dari BPJS Kesehatan diharapkan mampu menjawab semua persoalan itu, sehingga pemerintah mati – matian menggenjot agar seluruh lapisan masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Target 100% harus rampung di tahun 2017 ini berbagai upaya kini dilakukan untuk mencapai itu.

ads

Namun kembali lagi bagus atau tidaknya layanan BPJS Kesehatan tak lepas dari campur tangan dari fasilitas kesehatan.

Menurut data dari BPJS Watch menyatakan terdapat 500 rumah sakit yang belum tergabung dengan BPJS Kesehatan.


Artikel Terkait (Beli Rokok bisa Bayar BPJS Ngeles)

Dari 2700 Rumah Sakit yang kini beroperasi di seluruh wilayah indonesia sekitar 2200 yang sudah tergabung hal ini seperti yang di sampaikan koordinator Advikasi BPJS Watch Timboel Siregar seperti yg BPJS Online rangkum dari halaman republika.com


“Mengapa tidak bekerja sama? ada beberapa sebab. Pertama, pihak RS memang tidak mau bekerja sama,” katanya saat dihubungi Republika, Rabu (18/10).

Menurutnya terdapat 2 faktor utama yang menyebabkan beberapa rumah sakit tersebut enggan menjadi rekanan BPJS.

Faktor pertama menyangkut sistem klaim pembayaran yang di anut BPJS Kesehatan INA-CBG’s yang mana dalam sistem ini banyak yang belum memenui standart harga keekonomian RS yang bersangkutan.

Masing – masing management RS memiliki standart harga keekonomian sendiri. Timboel juga mencontohkan RS pondok indah yang memiliki standart yang mereka susun dan memang jika di bandingkan dengan INA-CBG’s merasa tidak cocok.

Menurutnya juga rata -rata RS yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan mayoritas merupakan Rumah sakit kelas menengah keatas.

Selain itu pembayaran klaim maksimal 15 hari juga di anģgap menjadi penyebab keengganan tersebut.

“Sekitar 60 persen RS Menengah ke atas belum bergabung dengan BPJS Kesehatan karena INA-CBG’s,” imbuhnya.

Dan dari sisi undang – undang juga tidak mewajibkan setiap rumah sakit harus mau melayani peserta BPJS Kesehatan.

Sebagian kecil dari mereka belum tergabung karena belum memenuhi syarat untuk menjadi partner BPJS hal ini disebabkan fasilitas yang dimilikinya belum memadai.

“Jadi ada RS yang mencoba untuk bekerja sama tetapi setelah diperiksa mereka tidak memenuhi syarat untuk bekerja sama,” pungkasnya.

Yang di Cari:

  • penyebab rumah sakit enggan bpjs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *