Polemik Layanan Fisioterapi dan Penarikan Petugas Verifikator

By | 29 Juli 2018

Layanan Fisioterapi BPJS Kesehatan

Layanan Fisioterapi BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan harus berjuang keras mengatasi defisit yang masih saja terus membayangi, pemerintahpun sepertinya sudah enggan memberikan suntikan dana setiap tahunnya.

untuk mengatasi hal tersebut BPJS Kesehatan harus selektif dalam mengelola keuangannya hal ini tentu saja supaya tidak terulang defisit anggaran di tahun depan.

seperti halnya beberapa waktu lalu BPJS tidak menjamin lagu pengobatan trastuzumab untuk kanker sampai dituntut oleh pesertanya, kini BPJS Kesehatan masih terus berusaha memilah – milah untuk membatasi jumlah pelayanan penyakit tertentu yang dirasa paling banyak menggunakan anggaran biaya.

sempat beredar kabar untuk layanan fisioterapi salah satu dari 3 penyakit yang menjadi pilihan untuk di eliminasi , langsung mendapat perlawanan hebat dari para peserta.

ads

ya para peserta merasa percuma dan dirugikan jika ke-tiga penyakit tersebut di tarik dari layanan JKN-KIS , lantas mendapat penolakan BPJS Kesehatan buru – buru mengklarifikasi.

Seperti yang BPJS Online kuti dari halaman tribunnews.com bahwa BPJS Kesehatan tetap menjamin layanan rehabilitasi medik dimana fisioterapi termasuk di dalamnya seperti ketentuan yang berlaku. hal ini di katakan oleh kepala humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat


Artikel Terkait (Virtual Account Sudah Dibayar, Kartu Belum Bisa Dicetak)

“Penting diketahui bahwa BPJS Kesehatan tidak membatasi kewenangan fasilitas kesehatan dan profesi dalam memberikan pelayanan rehabilitas medik kepada pasien JKN-KIS,” ujar Nopi dalam keterangan pers, Sabtu (28/7/2018).


namun di tambahkannya lagi bila pelayanan fisioterapi yang di berikan hanya 2 kali seminggu atau 8 kali pertemuan dalam sebulan dengan dokter spesialis.

“Pelayanan rehabilitasi medik tersebut dilakukan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan yang memiliki dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Apabila tidak ada dokter tersebut dalam satu kabupaten/kota, maka pelayanan rehabilitasi medik bisa tetap dijamin BPJS Kesehatan dengan syarat-syarat tertentu,” tambah Nopi.

seperti yang di ketahui beberapa hari ini publik di kejutkan dengan kabar berita dimana BPJS Kesehatan akan menarik layanan fisioterapi dengan adanya klarifikasi tersebut semoga tidak ada termakan oleh berita – berita hoak yang di politisasi.

Sementara itu di palembang BPJS Kesehatan menarik petugas verivikator yang biasanya mengurusi perihal klaim yang di ajukan oleh pihak rumah sakit.

hal ini kembali membuat rasa penasaran bagi sejumlah pihak bahkan membuat was – was para peserta yang kebetulan berobat.

pertanyaan yang mulai muncul ,apakah BPJS Kesehatan akan menghentikan layanan karena devisit ?

rupa – rupanya BPJS Kesehatan hanya menarik petugas verifikator karena sudah mulai di berlakukan klaim online , sehingga petugas di tarik dari rumah sakit ke kantor BPJS Kesehatan.

Petugas tersebut nantinya tetap menghandel pekerjaan yang sama hanya sekarang cukup dilakukan di kantor tidak perlu stay di rumah sakit.

nah sobat BPJS Online semoga informasi tersebut dapat menjawab rasa penasaran para pengunjung semua.

Yang di Cari:

  • bpjs inli
  • verifikator online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *