Promosikan BPJSTK Menaker Hanif bandingkan dengan Rokok

Diposting pada

Menteri Hanif Dhakiri mengingatkan kembali kepada para pekerja atas pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, Selain di klaim dapat memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai resiko kerja BPJSTK juga di anggap mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.


“Kepesertaan pekerja penting untuk mendapatkan jaminan sosial serta menghindarkan dari risiko kerja. Apalagi iurannya pun tergolong sangat murah,” kata Hanif dalam acara bertajuk Sosialisasi Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Pelatihan Petani dan Wanita Tani di Depok, Jawa Barat, Rabu (26/12) seperti yang BPJS Online kutip dari CNNIndonesia


Artikel Terkait (Cara berobat menggunakan BPJS tanpa Repot)

Menurut hanif BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mencakup peserta penerima upah saja namun juga bagi peserta bukan penerima upah, bedanya untuk peserta penerima upah iurannya di bagi dua antara pemberi kerja atau perusahaan dengan pekerja.

Menurutnya lagi bagi peserta bukan penerima upah iurannya-pun sangat terjangkau.


“Bagi yang bukan penerima upah pun iurannya sangat terjangkau. Kalau yang berwirausaha tentunya bayar iuran sendiri. Bapak/ibu pasti mampu. Ini hanya soal prioritas,” ungkap Hanif.

Bahkan hanif juga membandingkan bila untuk mendapatkan dua manfaat BPJSTK rata – rata peserta hanya perlu membayar iuran sebesar 16.800 Rupiah setiap bulannya.

Tentu saja harga tersebut jauh lebih mahal di bandingkan dengan harga rokok sebungkus yang harganya mencapai 20.000 / bks


“Dengan mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, manfaat besar program BPJS Ketenagakerjaan dapat diperoleh dengan biaya yang sangat murah, bahkan lebih murah dari rokok, 

Hanif menjelaskan empat manfaat program BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diambil masyarakat pekerja. Pertama, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). “Ini berlaku sejak yang bersangkutan keluar rumah, sampai kembali ke rumah

Kedua, Jaminan Kematian (JKM). “Ini bagi pekerja yang di-cover BPJS ketenagakerjaan meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja,


Ketiga, Jaminan Hari Tua (JHT). Manfaat ini akan diberikan pada saat pekerja memasuki usia pensiun sehingga tetap produktif di usia tua.

Keempat, Jaminan Pensiun (JP). “Kalau ini, diberikan per bulan. Jadi kaya dapat gaji setelah pensiun. Kalau JHT tadi, kan, gelondongan,” jelas Hanif.

Sementara itu dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan Eko darwanto mengatakan jika BPJSTK merupakan program nyata yang harus di akses oleh seluruh masyarakat pekerja indonesia.

BPJS Ketenagakerjaan akan terus mensosialisasikan akan pentingnya program BPJSTK kepada seluruh masyarakat pekerja.


“Kami terus mendorong kepesertaan, baik kepada yang menerima upah maupun bukan penerima upah,” kata Eko.

Sementara itu Dirut BPJS Ketenagakerjaan Krishna syarif menanggapi bencana tsunami yang melanda banten dan lampung BPJSTK siap membayarkan tanggungan dan santunan kepada korban.

Tanggungan tersebut diantaranya berupa perawatan tanpan batasan biaya sesuai kebutuhan medis , serta santunan berupa 48x upah bagi korban yang meninggal dunia.


“Jika memang para korban peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut sedang bekerja, maka ini menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan karena masuk dalam kategori kasus kecelakaan kerja,” ungkap krishna.

 Simak Juga Video Kenangan Herman “Seventeen” di Mata Hanif Dhakiri


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *