Punya bpjs apakah perlu asuransi pendamping lain II

By | 9 Juni 2015

Perlindungan Yang di Cover BPJS cukup Baik mengcover kebutuhan kesehatan standar dari sakit ringan hingga cuci darah sudah termasuk didalamnya.

Namun untuk menjawab kegalauan hati apakah memilih BPJS kesehatan atau asuransi swasta.

Pada prinsipnya memiliki asuransi itu lebih menguntungkan baik itu BPJS kesehatan ataupun asuransi swasta lain. Karena ketika kita sakit biaya yang besar akan terasa ringan.

ads

Kurang mengertinya masyarakat terhadap asuransi kesehatan membuat beberapa orang merasa dirugikan dengan asuransi tertentu.

Padahal sebenarnya asuransi tersebut tidaklah salah karena mungkin penyakit yang di derita tidak masuk dalam daftar yang di tanggung.

Sistem Berobat BPJS dan Asuransi Swasta


Artikel Terkait (BPJS Kesehatan Berprestasi dengan 4 awards)

Dalam aturan BPJS peserta yang sakit tidak boleh langsung ke rumah sakit, melainkan ke Faskes(fasilitas Kesehatan) Tk. I sesuai pilihan peserta ketika mendaftar.

Jika diperlukan rujuk ke Rumah Sakit, Pihak pelayanan Faskes Tk. I yang akan membuat rujukan.

Meskipun peserta merasa perlu ke rumah sakit namun apabila Faskes Tk.I mendiagnosa tidak perlu,maka peserta tidak bisa langsung ke Rumah sakit.hal ini lah yang kadang membuat peserta kecewa. Karena sistem berobat menggunakan BPJS ialah berjenjang.

Namun berbeda dengan asuransi swasta yang bisa langsung ke rumah sakit dimana saja yang sudah bekerjasama dengan administrasi belakangan(menyusul). Lebih simple

Aktivasi BPJS kesehatan Dan Asuransi Swasta

Setelah peserta melakukan registrasi dan membayar premi pertama maka 14 hari kemudian kartu baru aktive atau bisa digunakan.

Sementara asuransi swasta memiliki peraturan masing-masing ada instant aktive dan ada juga masa tunggu 14 hari.

Pre-Existing Condition

Penyakit yang sudah ada sebelumnya (Pre-Existing Condition) seringkali menimbulkan polemik di dalam asuransi swasta dimana antara peserta dan penyedia jasa asuransi saling mengklaim. Seringkali caon peserta yang tidak jujur atau cenderung menutupi berujung pada kasus penuntutan.

Oleh sebab itu setiap akan mendaftar asuransi swasta di syaratkan melakukan medical check up terlebih dahulu.

Namun Hal ini tidak terjadi di BPJS semua di tanggung bahkan peserta mendaftar dalam kondisi sudah dirawat tetap bisa namun harus menunggu 14 hari masa aktive.

Rumah Sakit Rekanan

Dalam hal ini atara BPJS dan Asuransi swasta prinsipnya sama, kita bisa saja berobat ke seluruh rumah sakit yang telah bekerjasama ( BPJS harus ada rujukan dari Faskes )

Memang belum sebanyak asuransi swasta BPJS masih didominasi RS pemerintah namun seiring berjalanya waktu BPJS juga akan memperluar kerjasamanya dengan RS swasta.

Didalam kondisi tertentu BPJS juga memperbolehkan perawatan di RS yang belum bekerjasama namun kondisinya harus memenuhi kriteria darurat berdasarkan kacamata BPJS.

Sementara Asuransi lain dengan sistem reimbursement atau dengan menunjukan kartu saja.

 

Besar Premi Yang Harus Di bayar

Di dalam BPJS asuransi sejuta umat terdapat 3 pilihan yaitu Kelas I,II dan III  dengan iuran premi  25.500, 42.500 dan 59.500 per artikel ini ditulis belum ada perubahan.

Sementara di asuransi swasta umumnya paling murah 300.000 belum lagi tambahan-tambahan lain seperti investasi, dan semakin tua umur calon peserta maka, semakin mahal besaran premi yang harus dibayarkan.

Sementara di BPJS semua dihitung flat, yang membedakan ialah jenis kamar perawatan sesuai kelasnya.

 

Manfaat Kesehatan yang diperoleh

BPJS sudah cukup memadai dengan iuran yang murah mencakup rawat jalan,inap bahkan persalinan normal atau caesar juga optik. Memang jika pasien menghendaki menggunakan obat premium beberapa tidak termasuk yang di tanggung pasien tetap mengeluarkan biaya sendiri.

Sama halnya di asuransi swasta tidak menanggung biaya rawat jalan, kalaupun ada opsi tambahan

Besaran premi menyesuaikan alias bertambah. Berikut gambaran perhitungan asuransi swasta 3 besar di indonesia

 

Asuransi A Asuransi B Asuransi C
Penyakit Kritis / Usia Maksimal 150 Juta / 70thn 375 Juta / 70thn 350 Juta / 65thn
Kecelakaan / Usia Maksimal 100 Juta / 60thn 375 Juta / 65thn 350 Juta / 65thn
Cacat / Usia Maksimal 200 Juta* / 60thn 375 Juta / 65thn 350 Juta / 60thn
Meninggal / Usia Maksimal 200 Juta* / 99thn 375 Juta / 100thn 350 Juta / 99thn
Jenis Penyakit Kritis yang Ditanggung 34 49 50
Unit Link? Y Y Y
Jenis Investasi Equity Fund Equity Fund Equity Fund
Asumsi Cuti Premi 10thn 10thn 10thn
Perkiraan Nilai Investasi Tahun 10 71,3 Juta 71,4 Juta 67,9 Juta
Perkiraan Nilai Investasi Tahun 20 234 Juta 260,6 Juta 245,1 Juta

 

Sumber: http://pruliveuttam.blogspot.com/2012/08/perbandingan-polis-asuransi-prudential.html

Jumalha penyakit kritis yang ditanggung hanya 50 sementara di BPJS ada 144 penyakit yang di tanggung berdasarkan buku petunjuk penyakit yang harus dapat ditangani di layanan primier.

Dengan memahami uraian di atas maka keputusan kembali di tangan anda masing masing memiliki kelebihan.

Jika anda termasuk orang yang serius dalam urusan kesehatan memiliki BPJS dan di backup dengan asuransi swasta akan sangat memberikan ketenangan.biaya mahal bukan masalah bagi anda.

Atau kalau anda tidak terbiasa dengan prosedur yang panjang memiliki asuransi swasta saja bisa anda pilih mungkin anda sudah memiliki investasi nya tebak tebak buah manggis jika penyakit anda termasuk di cover anda tak perlu risau biaya.

BPJS lebih cocok bagi warga masyarakat indonesia yang umumnya masih awam akan asuransi mereka tidak terbebani premi yang mahal .

Jika Anda ingin tahu asuransi yang cocok di gabung dengan BPJS yang sudah COB dimana antara asuransi swasta dan BPJS saling melengkapi.disini

Yang di Cari:

  • asuransi pendamping bpjs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *