Revolusi Mental BPJS Ketenagakerjaan

By | 24 Maret 2016

revolusi mental bpjs ketenagakerjaan

revolusi mental bpjs ketenagakerjaan

Setelah sebelumnya BPJS Kesehatan yang menjadi laboratorium implementasi Gerakan Revolusi Mental yang di gadang oleh Presiden jokowi kini giliran BPJS Ketenagakerjaan diminta menjadi pelopor GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental ) pada lingkup kerja BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut disampaikan oleh menteri Koordinator PMK ibu Puan maharani yang menyatakan terdapat tiga jenis landasan utama gerakan revolusi mental yakni Integritas , Etos kerja dan gotong royong.

dengan mengimplementasikan 3 pilar tersebut puan yakin , indonesia bisa menjadi bangsa yang besar bangsa yang di segani oleh negara – negara lain sehingga menjadi negara yang diperhitungkan oleh dunia. Revolusi mental bukanlah sebuah pekerjaan mudah yang bisa selesai dalam waktu satu atau dua hari namun memerlukan proses yang panjang dan berlangsung terus menerus.

Pihaknya Sebagai penanggung jawab GNRM meminta secara khusus kepada segenap jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk segera melakukan langkah – langkah internalisasi revolusi mental BPJS Ketenagakerjaan secara serius dan berkesinambungan.

“Saya ucapkan selamat atas pencanangan gerakan Revolusi Mental di BPJS Ketenagakerjaan. Semoga semangat ‘Etos Kerja Merajut Sejahtera di Hari Esok’ dapat diikuti mitra BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga ke depan jiwa melayani, tertib dan bersih dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ungkap MENKO PMK di sela – sela acara revolusi mental BPJS Ketenagakerjaan Jakarta, Rabu (23/3) seperti yang BPJS Online lansir dari laman republika.co.id .

ads

Harapan ibu Mentri dengan adanya pelaksanaan GNRM tersebut akan tercipta etos kerja yang tinggi pada seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki integritas , mau bekerja keras , jujur , serta melaksanakan dengan penuh keikhlasan dan gotong – royong. Dia menjelaskan dalam waktu dekat manfaat GNRM akan bisa di lihat dampaknya terhadap pelayanan yang semakin ramah dan membantu.


Artikel Terkait (mengganti sanksi denda)

Dan Kedepannya praktik revolusi mental BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi gaya hidup “Perubahan-perubahan tersebut haruslah memiliki indikator yang terukur dan terdiri dari indikator yang dapat menggambarkan praktek kerja bersih, kerja tertib, dan kerja melayani,” tambahnya.

indikator tersebut antara lain bisa kita lihat dari hal – hal yang sangat sederhana seperti kebersihan lingkungan kantor , pengelolaan keuangan  dan jaminan sosial yang semakin baik serta taat aturan , pelayanan kepada peserta jaminan sosial yang memiliki kejelasan informasi , kejelasan prosedur , kejelasan waktu dan kejelasan biaya yang berorientasi pada kepuasan peserta.


salam revolusi mental BPJS Ketenagakerjaan .

Baca Juga: Defisit anggaran BPJS Kesehatan Perlu perbaikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *