UGM Siap Bantu Formulasikan Kenaikan Anggaran BPJS Kesehatan

Diposting pada

Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang banyak mendapatkan informasi yang merumuskan peraturan fiskal . Termasuk salah satunya adalah dari Universitas ternama di tanah air . Sri Mulyani menjelaskan bahwa di Kemenkeu peraturan yang dirumuskan harus menguntung kan kedua belah pihak yaitu rakyat dan penerimaan pemerintah agar nantinya kebijakan tersebut dapat seimbang.

BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

Di sisi lain Sri Mulyani menambahkan agar perumusan tersebut harus didasari data yang benar serta akurat.


Artikel Terkait (Iuran BPJS Naik !)

“Ini tidak mungkin dibangun in house sendiri oleh karena itu sejak awal Badan Kebijakan Fiskal kerja sama dengan dunia pendidikan, kami sangat erat dalam kerja sama dengan dunia akademis,” ujar Sri Mulyani, Selasa (2/6/2020)

“Adalah suatu kesia siaan kalau kita tak menggunakan resources luar biasa dari perguruan tinggi yang memiliki reputasi dan kapasitas untuk ikut membantu, juga cara komunikasi bahkan diskusi untuk bertukar pikiran.”

Bahkan dalam hal meringkas peraturan tentang kenaikan anggaran BPJS Kesehatan, ia pun bergabung dengan UGM.

“Kolaborasi seperti UGM, Bea Cukai teliti setiap tahun berapa besar rokok illegal yang beredar. Kita juga waktu formulasikan tarif BPJS kita undang Universitas termasuk Gajah Mada,” kata  Sri Mulayani.

Perpres 64 tahun 2020 menjelaskan bahwa per 1 juli mendatang anggarn BPJS akan dinaikan yaitu bagi peserta mandiri atau PBPU dan BP naik menjadi Rp 150.000 per orang per bulan untuk kelas I dan kelas II menjadi Rp 100.000 per orang per bulan.

Mengenai untuk kelas III, tahun ini pemerintah akan memberikan subsidi untuk mengurangi kenaikan tarif sbesar Rp 16.500 per orang per bulan . Nantinya, besaran iuran yang dibayarkan tetap Rp 25.500

Tinggalkan Balasan